Bawaslu Kuningan Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk Pemilih Pemula
- 30 Jun 2026 19:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kantor Bawaslu Kabupaten Kuningan, Selasa 30 Juni 2026. Kegiatan yang menyasar segmen pemilih pemula tersebut menghadirkan sekitar 20 pengurus Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Kabupaten Kuningan sebagai peserta.
Kegiatan yang dipandu oleh Frita Intan Lestari itu turut dihadiri jajaran Komisioner Bawaslu Kabupaten Kuningan serta Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam.
Dalam sambutannya, Zacky mengapresiasi langkah Bawaslu Kuningan yang menghadirkan peserta dari kalangan pelajar. Menurutnya, segmentasi tersebut menjadi pembeda dibandingkan kegiatan serupa di daerah lain.
"Program ini merupakan program prioritas nasional Bawaslu. Kita menyasar segmentasi calon pemilih pemula, yakni pelajar yang sudah berusia 17 tahun dan memiliki e-KTP, demi mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam agenda kontestasi pemilu," ujar Zacky.
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat dalam pemilu memiliki peran penting karena berbagai kebijakan yang menyangkut kehidupan publik akan ditentukan oleh para pemimpin yang terpilih, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.
Zacky menegaskan, setiap suara masyarakat memiliki nilai yang sama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, pemilih pemula perlu dibekali pemahaman agar tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga memahami proses demokrasi secara lebih luas.
"Pemilu bukan sekadar proses mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Lebih dari itu, masyarakat termasuk generasi muda didorong untuk lebih peduli dan kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang berdampak pada publik," ucapnya.
Selain membahas pentingnya partisipasi pemilih, Zacky juga menyoroti tantangan pemilu di era digital, khususnya terkait penyebaran informasi palsu atau hoaks. Ia berharap para pemilih pemula dapat menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
"Kami berharap rekan-rekan yang sudah mendapatkan pendidikan ini bisa memilah mana konten yang positif dan mana yang negatif, sehingga tidak ikut menyebarluaskan disinformasi," kata Zacky.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2HM) Bawaslu Kabupaten Kuningan, Agus Khobir Permana, mengatakan kegiatan P2P merupakan perubahan nomenklatur dari program sebelumnya yang dikenal sebagai Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP).
"Kebetulan hari ini Bawaslu Kabupaten Kuningan telah melaksanakan kegiatan P2P ya, Pendidikan Pengawas Partisipatif, yang dulu namanya SKPP, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif," ujar Agus.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan mayoritas merupakan ketua OSIS atau pengurus inti organisasi siswa dari masing-masing sekolah. Melalui keterlibatan mereka, Bawaslu berharap materi yang diberikan dapat diteruskan kepada siswa lain di lingkungan sekolah.
Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari, para peserta mendapatkan berbagai materi dasar kepemiluan. Materi tersebut meliputi larangan dalam pemilu, pengenalan kelembagaan Bawaslu, hingga mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu.
"Dasar-dasar kepemiluan, dari mulai bagaimana larangan-larangan dalam pemilu, bagaimana cara melaporkan pelanggaran pemilu, baik itu di aplikasi Bawaslu, Sigap Lapor, dan lain-lain. Pengenalan-pengenalan dasar tentang kepemiluan, tentang Bawaslu," ucap Agus.
Menurut Agus, pemilih pemula menjadi segmen penting karena jumlahnya cukup besar dalam struktur pemilih saat ini. Bawaslu tidak hanya ingin mendorong mereka menggunakan hak pilih, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal kualitas demokrasi.
"Harapannya tentu mereka bisa memasyarakatkan apa-apa yang sudah didapat dari hasil Pendidikan Pengawas Partisipatif ini. Selain mereka ikut berpartisipasi dalam datang ke TPS untuk memilih, selain itu juga bisa peduli terhadap kualitas demokrasi, kualitas pemilu, kualitas proses pemilu dari semua tahapannya," pungkas Agus.
Salah satu peserta, Elisya, siswi kelas 12 SMA Negeri 1 Cilimus, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan Bawaslu relevan dengan kegiatan sekolahnya yang akan menggelar pemilihan pengurus OSIS pada Agustus mendatang.
"Materi dari Bawaslu ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami. Kebetulan pada bulan Agustus mendatang, sekolah kami juga akan menyelenggarakan pemilihan pengurus OSIS yang baru. Ilmu tentang pengawasan, larangan, dan cara menjaga kualitas demokrasi ini bisa langsung kami terapkan dalam pemilihan di sekolah nanti agar berjalan jujur dan adil," kata Elisya.
Melalui kegiatan P2P tersebut, Bawaslu Kabupaten Kuningan berharap para pemilih pemula tidak hanya menjadi pengguna hak pilih, tetapi juga menjadi pengawas partisipatif yang mampu menjaga kualitas proses demokrasi sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....