Brankas Bank dari Beton Bertulang hingga Sistem Keamanan Modern

  • 30 Jun 2026 18:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Brankas bank telah lama menjadi bagian penting dari sistem keamanan perbankan. Fasilitas ini digunakan untuk menyimpan berbagai barang berharga, mulai dari uang tunai, surat berharga, perhiasan, hingga dokumen penting.

Berbeda dengan lemari besi biasa, brankas bank dirancang sebagai bagian dari bangunan dengan pintu baja berlapis dan sistem penguncian yang kompleks untuk melindungi isinya dari upaya pembobolan.

Sejarah mencatat, konsep brankas pertama kali dikenal pada peradaban Mesir kuno. Bangsa Romawi kemudian mengembangkan sistem penguncian yang lebih canggih melalui penggunaan kunci berpola. Seiring waktu, sistem kunci kombinasi juga berkembang di India, Tiongkok, dan Rusia.

Perkembangan besar terjadi pada 1861 ketika Linus Yale Jr. memperkenalkan kunci kombinasi modern. Penemuan tersebut lahir di tengah meningkatnya kasus perampokan bank. Pada masa itu, para pelaku menggunakan berbagai cara untuk membobol brankas, mulai dari palu, beliung, hingga bahan peledak.

Kunci kombinasi modern segera diadopsi banyak bank. Namun, metode pembobolan juga terus berkembang. Sejumlah perampok diketahui mengebor lubang di sekitar mekanisme kunci untuk mengamati sistem kombinasi, sementara sebagian lainnya memaksa petugas bank membuka brankas secara langsung.

Selain sistem penguncian, material pembuat brankas juga mengalami perubahan. Pada masa lalu, brankas dibuat menggunakan beton bertulang baja yang sangat tebal. Kini, banyak produsen menggunakan panel beton modular, campuran beton khusus, dan berbagai bahan aditif yang dirancang tetap kuat namun lebih ringan.

Proses pembuatannya diawali dengan perancangan desain, dilanjutkan pencetakan panel dan pintu menggunakan beton. Setelah itu dipasang baja penguat sebelum panel digetarkan selama enam hingga dua belas jam hingga mencapai tingkat kekuatan yang diinginkan. Mekanisme kunci juga diproduksi melalui proses serupa dengan tambahan komponen baja tahan karat.

Salah satu inovasi penting dalam sistem keamanan adalah kunci dengan kontrol ganda yang dikembangkan James Sargent. Teknologi tersebut masih menjadi dasar bagi sejumlah sistem penguncian brankas hingga saat ini.

Setelah seluruh komponen selesai diproduksi, panel dan pintu diangkut ke lokasi bank untuk dirakit dan dipasang menjadi satu kesatuan ruang penyimpanan yang kokoh, dilansir dari Wikipedia.

Di Amerika Serikat, kualitas brankas umumnya mengacu pada standar yang ditetapkan lembaga pengujian independen di Northbrook, Illinois. Pengujian tersebut menilai kemampuan brankas bertahan dari upaya pembobolan menggunakan alat mekanik, peralatan listrik, obor pemotong, maupun kombinasi berbagai metode tersebut. Standar ini tidak mencakup pengujian terhadap bahan peledak.

Sementara itu, di Eropa berlaku standar Euronom atau EN yang mengelompokkan tingkat ketahanan brankas ke dalam 12 kelas. Pengujiannya mencakup ketahanan terhadap serangan paksa, termasuk penggunaan bahan peledak dan teknik pengeboran inti.

Kemampuan penetrasi juga diukur berdasarkan ukuran lubang yang berhasil dibuat pada brankas. Hasil pengujian kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori dengan tingkat perlindungan berbeda sesuai standar yang berlaku.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....