IAKN Kupang Gelar KKN 2026 Usung Tema Mahasiswa Berdampak Desa Berdaya

  • 30 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rektor Institut Agama Kristen Negeri Kupang Dr. I Made Suardana membuka Pelepasan dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata IAKN Kupang Tahun 2026 di Pelataran Gedung A-B, Senin 29 Juni 2026. KKN tahun ini mengusung tema "Mahasiswa Berdampak, Desa Berdaya".

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan penilaian pribadi menjadi kunci penilaian eksternal. Ia menekankan pentingnya self assessment bagi mahasiswa dan dosen sebelum masyarakat menilai mutu lulusan selama proses KKN.

Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana saat menyampaikan arahannya dalam Pembukaan Pembukaan Pelepasan dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata IAKN Kupang Tahun 2026 di Pelataran Gedung A-B, Senin 29 Juni 2026. (Foto: Aris Lake)

Rektor IAKN Kupang menegaskan bahwa penilaian pribadi sangat menentukan penilaian eksternal. Ia juga menekankan pentingnya pengujian kualitas atau mutu lulusan.

"IAKN Kupang menjadikan prinsip pertama pelaksanaan asesmen terkait kebersamaan mahasiswa dan mutu lulusan. Penilaian bisa dilakukan oleh Rektor, SPI, pengurus mahasiswa, dan mahasiswa itu sendiri," ucapnya.

Asesmen harus tuntas dikerjakan oleh diri sendiri. Ke depan kampus akan melakukan penguatan kelembagaan melalui self assessment.

Hal tersebut sudah dikerjakan BAN PT sehingga adanya laporan evaluasi diri dalam komunitas atau lembaga. "Penilaian lembaga sangat ditentukan oleh asesmen personal. Hal tersebut akan menggerakkan sistem berjalan secara baik dan normal," ujar Rektor.

Menurutnya, instruksi yang dilakukan terus-menerus justru membuktikan situasi yang sesungguhnya tidak baik karena adanya kelemahan self assessment. Di kampus, semua elemen harus mengelola secara sistematis.

Namun prinsip dasar sistem itu adalah kesadaran untuk memaknai diri sendiri sebagai pribadi dalam ruang kerja sama.

Mahasiswa sebagai individu dan dosen tenaga pendidik dengan kekuatan self assessment akan mengkomunalkan kegiatan yang berprinsip pada self assessment lembaga sehingga dari kesadaran itu bisa muncul kekuatan bersama yang nyata, bukan semu.

Kampus harus memberdayakan seluruh civitas akademika. Ruang lingkup eksternal, yaitu masyarakat yang menjadi mitra kampus, juga melakukan penilaian terhadap kampus. Ketika mahasiswa dan dosen berada di masyarakat desa, masyarakat bisa memberikan ekspektasi dan penilaian.

Saat ini tingkat perhatian publik terhadap IAKN Kupang masuk urutan ke-12 dari 60 perguruan tinggi di NTT. Kepercayaan dan kepedulian publik terhadap reputasi kampus meningkat.

Oleh karena itu, ketika mahasiswa hadir di masyarakat mereka sejajar dengan pengetahuan yang mereka miliki. "Jika penguatan internal kuat, otomatis penguatan eksternal juga akan lebih kuat. Dampak internal kuat maka dampak eksternal juga akan kuat. Produksi internal kuat maka eksternal juga pasti akan kuat," tuturnya.

Rektor IAKN Kupang meminta seluruh akademika untuk terus mengasesmen diri, baik mahasiswa, dosen, serta elemen lainnya. Semua elemen diharapkan bersatu padu menyuarakan kebenaran, kekuatan reputasi, dan kecintaan akan kampus bagi masyarakat. "Desa berdaya" berarti membangun desa dari seluruh potensi internalnya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, melalui pikiran-pikiran yang kuat dan keterampilan yang hebat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....