AMMAN Perkuat Komitmen Lingkungan, Reklamasi Lahan Capai 859 Hektare

  • 30 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa Barat– Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan terus diperkuat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui berbagai program keberlanjutan, mulai dari reklamasi lahan bekas tambang, rehabilitasi daerah aliran sungai, konservasi ekosistem, hingga pengembangan energi rendah karbon. Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung aksi iklim dan restorasi ekosistem.

Head of Environment Department AMMAN, Jorina Waworuntu, mengatakan pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas kehidupan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Menurutnya, kepatuhan terhadap peraturan menjadi fondasi utama dalam membangun operasional pertambangan yang bertanggung jawab.

"Karena itu, perusahaan menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi mulai dari tahap perencanaan, pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan budaya kerja yang berorientasi pada keberlanjutan," jelasnya, Selasa 30 Juni 2026.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan reklamasi lahan. Hingga akhir 2025, AMMAN telah mereklamasi lahan seluas 859,61 hektare. Pada 2025 saja, perusahaan berhasil mereklamasi 92,67 hektare atau menjadi capaian reklamasi tahunan terbesar sepanjang operasional Tambang Batu Hijau.

Proses reklamasi tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari penyelamatan tanah pucuk, penataan lahan, pengendalian erosi, penanaman tanaman penutup tanah, penghijauan, hingga pemeliharaan agar kawasan dapat kembali berfungsi secara ekologis.

Komitmen perusahaan juga diwujudkan melalui rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas sekitar 3.600 hektare.

"Selain itu, AMMAN turut mendukung program perhutanan sosial, konservasi kawasan laut Gili Balu melalui program Transformasea, serta konservasi penyu di kawasan pesisir selatan Pulau Sumbawa," ujarnya.

Di sektor energi, perusahaan terus melakukan transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp yang beroperasi sejak 2022 tercatat mampu menghindari emisi sekitar 34.794 ton CO₂e sepanjang 2025.

Sementara itu, AMMAN juga tengah mengembangkan Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 MW berbahan bakar gas sebagai bagian dari upaya menurunkan intensitas emisi karbon operasional perusahaan.

Pengelolaan sumber daya air juga menjadi fokus perusahaan. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap musim kemarau, AMMAN membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong sekaligus mengoptimalkan penggunaan kembali air dalam proses operasional.

"Selain itu, teknologi citra satelit dimanfaatkan untuk memantau perubahan kondisi lahan secara berkala sehingga pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan berbasis data," pungkasnya.

Melalui berbagai program tersebut, AMMAN menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi target perusahaan, tetapi menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang yang mengedepankan keseimbangan antara kegiatan pertambangan dan pelestarian lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....