Darurat Perokok Usia Sekolah, Puskesmas Tanjung Buntung Luncurkan "Bank Popon"

  • 30 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak sekolah usia 10 hingga 18 tahun. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia, tren merokok di usia muda saat ini berada dalam kondisi darurat yang dipicu oleh faktor pergaulan serta kemudahan akses dalam mendapatkan rokok batangan maupun ilegal.

Epidemiolog Ahli Muda Dinkes Batam, Dr. Muhammad Solihin, menjelaskan bahwa kandungan nikotin dalam rokok memicu adiksi yang dapat mengganggu konsentrasi belajar serta mengubah perilaku remaja menjadi lebih impulsif dan konsumtif. Untuk menekan angka ini, Dinkes Batam mengoptimalkan program Kemenkes berupa Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang kini sudah tersedia di seluruh 21 Puskesmas di Kota Batam.

Sebagai bentuk gebrakan, Puskesmas Tanjung Buntung meluncurkan inovasi unik bernama "Bank Popon" (Buang Nikotin dengan Popcorn). Bidan Terampil Puskesmas Tanjung Buntung, Noretri Jayanti, menerangkan bahwa popcorn dipilih sebagai media substitusi yang sehat, murah, dan rendah gula untuk mengalihkan keinginan perokok saat mulut terasa asam atau kosong.

Puskesmas Tanjung Buntung juga aktif turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan penapisan (screening) menggunakan alat CO Analyzer guna mendeteksi kadar karbon monoksida pada napas siswa, sehingga remaja yang merokok tidak bisa berbohong. Siswa yang teridentifikasi memiliki skor tinggi akan dirujuk ke Klinik UBM untuk mendapatkan konseling metode 4T (Tanyakan, Telaah, Tolong, dan Tindak Lanjut) secara gratis.

Meskipun layanan ini digencarkan, tantangan berat masih membayangi. Berdasarkan data Puskesmas Tanjung Buntung pada tahun 2025, dari 210 orang yang menjalani konseling, baru 3 orang (2 pelajar dan 1 dewasa) yang benar-benar berhasil total berhenti merokok selama 1 tahun. Banyaknya kasus gagal bertahan (drop out) disebabkan oleh godaan lingkungan pergaulan.

Guru UKS SMA Negeri 25 Batam, Desi Indrianti, menekankan bahwa pihak sekolah mengedepankan pendekatan humanis dengan merangkul siswa dan bekerja sama dengan Puskesmas, alih-alih memberikan sanksi hukuman. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya peran orang tua di rumah sebagai teladan utama.

"Sehatnya anak muda itu bukan dari asap rokok, tetapi dari prestasi dan tubuh yang sehat," pesan Desi di akhir dialog . Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat luas untuk tidak ragu mendatangi Klinik UBM terdekat demi kesehatan diri dan keluarga.

Informasi selengkapnya dapat disaksikan melalui video resmi RRI Batam di YouTube.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....