Gubernur Sulteng Ajak Seluruh Pihak Terlibat Jaga Kelestarian Lingkungan

  • 29 Jun 2026 14:34 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid secara resmi menutup rangkaian Enviromental Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut digelar di halaman pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu, 28 Juni 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian Bulan Aksi Lingkungan Hidup yang ditetapkan mulai 1 hingga 30 Juni 2026 sesuai dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup. Pada malam penutupan tersebut, dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, penyerahan bantuan solar hasil daur ulang sampah plastik, serta penyerahan simbolis bantuan donasi kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi.

Dalam sambutannya Anwar memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Enviromental Fest 2026, khususnya kepada jajaran DLH Sulawesi Tengah. Ia menilai Enviromental Fest 2026 menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dalam melestarikan lingkungan ditengah tantangan yang cukup besar

“Tantangan kita tentu sangat besar dalam upaya melestarikan lingkungan, apalagi kita di Sulawesi Tengah ini adalah daerah pertambangan, kita tidak bisa pungkiri bahwa kehadiran pertambangan memberikan pengurangan terhadap kelestarian lingkungan kita,” ucap Anwar.

Karena itu ia mengajak kepada seluruh pihak termasuk para perusahaan tambang untuk bersama-sama berupaya dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut dalam pengelolaan sumber daya alam, perlu menetapkan ekosistem tata lingkungan yang baik salah satunya dengan menerapkan prinsip Good Mining Practice sebagai salah satu upaya dalam menjaga lingkungan.

“Saya sering menyampaikan kepada pengusaha yang mengelola sumber daya alam, kita tidak mungkin akan menahan pengelolaan sumber daya alam itu tapi kita juga harus bijak dalam mengelola lingkungan hidup, yaitu dengan menerapkan prinsip-prinsip good mining practice yang bisa menjadikan tata kelola itu dengan baik,” ucap Gubernur.

Untuk mewujudkan kelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah, Anwar menyebut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia berikutnya tidak hanya berfokus pada acara seremonial. Ia mendorong DLH Sulteng agar memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan penanaman pohon.

“Coba bayangkan penduduk Sulawesi Tengah ini sekitar 3,7 juta jiwa, katakanlah setengah dari itu memiliki satu orang satu pohon maka saya kira bumi Sultra ini akan tetap lestari dan hijau,” ucap Anwar.

Anwar berharap, momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Tanggung jawab pengelolaan lingkungan tersebut menurutnya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Siapapun yang hidup di bawah kolong langit ini wajib untuk bisa menjaga dan melestarikan lingkungan, siapapun dia,” ucap Anwar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....