BPBD Kabupaten Cirebon Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Kemarau
- 29 Jun 2026 15:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat, status kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau berlangsung mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cirebon, Panji Anom, mengatakan Kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul potensi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang akibat pengaruh El Nino. BPBD juga terus memantau perkembangan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Untuk mengantisipasi musim kemarau, Kabupaten Cirebon berdasarkan keputusan Pak Gubernur mulai 1 Juli sampai dengan 30 September siap siaga terkait kemarau. Kami juga sedang menindaklanjuti langkah-langkah antisipasi tersebut," katanya saat dihubungi RRI, Senin 29 Juni 2026.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya, baik kekeringan maupun potensi kebakaran lahan.
Menurutnya berdasarkan data BPBD pada 2024 terdapat 18 kecamatan di Kabupaten Cirebon yang pernah terdampak kekeringan, baik untuk kebutuhan air bersih maupun sektor pertanian. Sebagai upaya mitigasi, pada 2025 Kabupaten Cirebon memperoleh bantuan lima sumur artesis untuk memperkuat ketersediaan air bersih di wilayah rawan.
Selain itu, BPBD mengimbau pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. "Kami mengimbau kepada pemerintah tingkat kecamatan, tingkat desa, maupun masyarakat, ketika terjadi kemarau agar hemat menggunakan air," ujarnya.
BPBD juga memastikan kesiapan penyaluran air bersih apabila terjadi kekeringan. Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki air dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Perumda Air Minum (PDAM), TNI, dan Polri.
"Kami mempunyai sarana prasarana untuk pendistribusian air bersih dan berkolaborasi dengan PDAM, TNI, serta Polri. Petugas kami juga siaga 24 jam. Ketika ada laporan kekurangan air atau kekeringan, kami akan langsung turun ke lapangan," katanya.
BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG dalam menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi selama musim kemarau. "Upaya yang kami lakukan saat ini adalah pencegahan. Pencegahan bukan hanya tugas BPBD, tetapi partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan dan sangat penting," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....