BULOG NTB Buka Suara soal Dugaan Beras Oplosan, Tegaskan Dukung Proses Hukum

  • 28 Jun 2026 19:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemimpin Wilayah BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, menyatakan BULOG terbuka menerima massa aksi dan siap berdialog
  • BULOG menegaskan jika nantinya terbukti ada oknum internal yang terlibat, akan diproses sesuai hukum yang berlaku
  • BULOG NTB melakukan evaluasi sistem pengawasan internal serta memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan
  • Setiap beras yang masuk ke gudang diperiksa sesuai standar mutu dan menjalani perawatan kualitas secara berkala
  • BULOG NTB menanggapi aksi unjuk rasa Laskar Pemuda Sasak terkait dugaan pengoplosan beras di Lombok Barat dan Lombok Timur

RRI.CO.ID, Mataram – Perum BULOG Nusa Tenggara Barat (NTB) buka suara terkait dugaan pengoplosan beras yang menjadi salah satu tuntutan dalam aksi unjuk rasa Laskar Pemuda Sasak di Kantor Wilayah BULOG NTB. BULOG menegaskan menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan tidak menoleransi pelanggaran apabila terbukti melibatkan pihak internal.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan pihaknya menerima secara terbuka kedatangan massa aksi dan siap berdialog.

"Kami menerima dengan baik kedatangan rekan-rekan dari Laskar Pemuda Sasak. Pintu kantor kami buka dan kami persilakan untuk berdiskusi di dalam, namun mereka memilih menyampaikan tuntutannya di luar kantor dan meminta bertemu langsung dengan Kepala BULOG," ujarnya, Minggu 28 Juni 2026.

Menurut Mara, terdapat dua tuntutan utama yang disampaikan massa aksi, yakni terkait dugaan pengoplosan beras di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.

Ia menjelaskan, kasus dugaan pengoplosan beras di Lombok Barat terjadi pada Juni 2025 dan dilakukan oleh oknum di luar BULOG.

"Kasus tersebut telah diproses sesuai hukum dan pelakunya telah ditahan. Dengan demikian, kasus tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan BULOG," tegasnya.

Sementara itu, dugaan pengoplosan beras di Lombok Timur terjadi sekitar Oktober 2025 dan melibatkan oknum mitra kerja BULOG. Menurut Mara, perkara tersebut telah ditangani aparat penegak hukum dan prosesnya masih berlangsung.

"Kasus di Lombok Timur juga telah diproses secara hukum oleh Polres Lombok Timur dan saat ini masih berjalan. BULOG menghormati serta mendukung penuh seluruh proses penegakan hukum yang dilakukan aparat," katanya.

Ia menambahkan, BULOG NTB bersikap kooperatif dengan memberikan data dan informasi yang dibutuhkan penyidik, sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan internal.

"Apabila di kemudian hari terbukti ada oknum internal BULOG yang terlibat dalam pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami sangat menghormati mekanisme hukum yang berjalan," ujarnya.

Di sisi lain, Mara memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di NTB berada dalam kondisi aman. Bahkan, menurutnya, jumlah stok yang dikuasai BULOG NTB saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah sehingga kapasitas penyimpanan harus ditambah dengan menyewa gudang.

"Selain memenuhi kebutuhan NTB, kami juga membantu pemenuhan stok untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur," katanya.

Terkait penyaluran program Bantuan Pangan (Banpang), Mara memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan. Saat ini BULOG NTB tengah menyalurkan bantuan pangan untuk dua alokasi sekaligus dengan target selesai pada akhir Juni.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, BULOG NTB memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan. Selain itu, setiap beras yang masuk ke gudang dipastikan memenuhi standar yang berlaku dan menjalani perawatan mutu secara berkala setiap bulan.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan dan monitoring, baik secara rutin maupun insidental. Kami juga terus memberikan pembinaan kepada seluruh mitra kerja agar kepatuhan terhadap aturan semakin baik," katanya.

Menutup keterangannya, Mara menegaskan BULOG NTB terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan serta menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

"BULOG pada prinsipnya sangat terbuka terhadap semua pihak. Kami siap menerima kritik, saran maupun masukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan dan menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Pintu BULOG selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berdiskusi secara baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....