Data Stunting Garawangi Tembus 490 Anak, Pemkab Diminta Perkuat Intervensi
- 28 Jun 2026 17:18 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Persoalan stunting masih menjadi perhatian serius di Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Data tahun 2026 mencatat sebanyak 490 balita dari total sekitar 2.500 anak mengalami indikasi stunting dengan prevalensi mencapai 19,7 persen.
Angka tersebut menjadikan Kecamatan Garawangi sebagai wilayah dengan kasus stunting tertinggi dibandingkan 32 kecamatan lainnya di Kabupaten Kuningan. Temuan itu disampaikan dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) 13 Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., di Alun-alun Desa Garawangi, Minggu, 28 Juni 2026.
Hj. Ika menilai tingginya angka stunting tersebut harus menjadi perhatian bersama. Ia memastikan akan ikut mendorong langkah penanganan melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga pemerintahan desa.
"Data ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi semua unsur," kata Hj. Ika.
Ia menyebut bahwa dirinya memiliki fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran sebagai anggota DPRD Jawa Barat. Seluruh fungsi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung program pembangunan, termasuk pada sektor kesehatan masyarakat.
"Melalui Sapa Warga ini kami ingin mendengar langsung persoalan yang ada di masyarakat. Harapannya berbagai kebutuhan bisa dikawal dan dicarikan solusi bersama," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Garawangi sebelumnya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Langkah tersebut dimulai dari penguatan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dasyat) hingga pembentukan Gerakan Orang Tua Asuh berbasis kepedulian masyarakat.
amat Garawangi, Maryanto, mengatakan persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan semata. Masalah ini juga menyangkut aspek yang lebih luas, seperti pola asuh, sanitasi, kesehatan keluarga, dan ketahanan pangan.
"Kita perlu memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran. Pemberian makanan tambahan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak, terutama bagi balita dan baduta," ujarnya.
Dengan dukungan lintas sektor, Kecamatan Garawangi kini menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Target tersebut akan dicapai melalui program yang berkelanjutan dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....