Harganas 2026, Keterlibatan Ayah Dinilai Kunci Membangun Keluarga Berkualitas

  • 28 Jun 2026 17:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026 mengangkat tema "Ayah Wajib Hadir" sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak. Tema tersebut dinilai relevan untuk membangun keluarga yang lebih harmonis sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Palimanan, Sri Yanuarti, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi mengenai delapan fungsi keluarga kepada masyarakat. Edukasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan keluarga agar mampu menjalankan perannya secara optimal.

Menurutnya, penerapan delapan fungsi keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan keluarga yang berkualitas. Fungsi-fungsi tersebut meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan.

"Kalau delapan fungsi keluarga itu diterapkan di dalam keluarga, insyaallah keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang berketahanan dan berkualitas. Selain itu kami juga memberikan edukasi tentang pola asuh, termasuk pentingnya keterlibatan peran ayah di dalam keluarga," ujarnya pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis maupun karakter anak. Kedekatan ayah dengan anak membuat anak merasa aman, terlindungi, lebih mandiri, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik.

"Kedekatan ayah dengan anak menjadikan anak merasa aman, merasa terlindungi, lebih mandiri, dan lebih cerdas. Karena itu pengasuhan seharusnya dilakukan bersama oleh ayah dan ibu, bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu saja," katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini pemerintah juga tengah menggalakkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia sebagai bentuk kampanye peningkatan keterlibatan ayah dalam keluarga. Pasalnya, masih banyak ayah yang hadir secara fisik, tetapi belum terlibat secara optimal dalam proses pengasuhan.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, sosialisasi tidak hanya menyasar pasangan yang telah berkeluarga, tetapi juga remaja sebagai calon orang tua di masa depan. Edukasi juga diberikan melalui bimbingan pranikah, komunitas masyarakat, hingga kelompok bapak-bapak di tingkat desa.

"Kita mulai dari remaja karena mereka adalah calon ayah. Selain itu kita juga memberikan sosialisasi saat bimbingan pranikah dan di komunitas-komunitas masyarakat agar mereka memahami bahwa peran ayah itu sangat penting dalam keluarga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....