Wabup UNA Serukan Perang Melawan Kekerasan Perempuan dan Anak di Lobar
- 26 Jun 2026 09:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi Kekerasan Berbasis Gender (KBG) sebagai langkah nyata mewujudkan Lombok Barat yang aman bagi perempuan dan anak. Seruan tersebut disampaikannya saat membuka Pertemuan Rutin Jaringan Civil Society Organisation (CSO) yang berlangsung di Aula Ekskavator Kantor Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Selasa 23 Juni 2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait itu, Nurul Adha menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan aksi nyata mencegah berbagai bentuk kekerasan di tengah masyarakat.
“Saya sangat menginginkan forum ini melahirkan aksi nyata. Pertemuan rutin tidak boleh hanya berhenti di dalam ruangan ini. Kita harus menjadi pionir yang bergerak langsung mengedukasi masyarakat. Stop kekerasan di semua lini,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa UNA itu mengungkapkan, masih tingginya kasus kekerasan verbal, fisik, hingga kekerasan seksual yang mayoritas menimpa perempuan dan anak-anak menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani bersama. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat bertolak belakang dengan citra Lombok Barat sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius.
Ia menjelaskan, seluruh ajaran agama mengajarkan kasih sayang, melarang segala bentuk kekerasan, serta menanamkan pola pengasuhan yang mengedepankan kelembutan, akhlak, dan adab. Karena itu, kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai keagamaan.
Lebih lanjut, Wabup UNA menyoroti dampak kekerasan verbal terhadap anak yang sering kali dianggap sepele. Padahal, tindakan tersebut dapat meninggalkan trauma psikologis berkepanjangan yang memengaruhi tumbuh kembang anak hingga masa depan mereka.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan tantangan baru. Menurutnya, perubahan pola interaksi di dunia digital membuat anak-anak tidak hanya berpotensi menjadi korban, tetapi juga pelaku kekerasan terhadap teman sebayanya. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius melalui edukasi yang berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah.
Untuk mewujudkan Lombok Barat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) sekaligus daerah yang ramah terhadap perempuan, Nurul Adha menaruh harapan besar kepada para tokoh agama agar menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat. Edukasi yang berkesinambungan dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk pemahaman tentang kesetaraan gender, penghormatan terhadap hak perempuan dan anak, serta pencegahan kekerasan sejak dini.
“Kita harus menghadirkan rasa aman, baik bagi masyarakat kita sendiri maupun bagi tamu yang berkunjung. Mari satukan langkah dan hadirkan solusi konkret bagi Lombok Barat,” katanya menegaskan.
Menurutnya, keberhasilan membangun Kabupaten Layak Anak dan Ramah Perempuan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.
“Semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga agar Lombok Barat benar-benar menjadi daerah yang bebas dari kekerasan, memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak, serta menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi semua,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....