Satgas Siber Sehat NTT Ajak Warga Lawan Hoaks dan Adiksi Digital

  • 25 Jun 2026 12:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Satgas Siber Sehat NTT mengajak masyarakat membangun budaya bermedia sosial yang sehat sebagai langkah menghadapi meningkatnya tantangan di ruang digital. Edukasi literasi digital dinilai menjadi kunci untuk menekan penyebaran hoaks, adiksi digital, hingga paparan konten negatif.

Kepala Bidang Persandian dan Pengamanan Informasi pada Dinas Kominfo Provinsi NTT, Sonny Josefina Djahamouw, saat konferensi pers di RRI Kupang, Selasa, 23 Juni 2026 menegaskan, etika bermedia sosial harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Tanpa pemahaman yang baik, media sosial berpotensi digunakan untuk aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Rendahnya literasi digital dapat memicu penyebaran informasi palsu dan melemahkan keamanan informasi di ruang digital,” ucapnya.

Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu memahami cara kerja algoritma media sosial yang dapat memengaruhi perilaku pengguna. Semakin sering seseorang mengakses jenis konten tertentu, algoritma akan terus menyajikan konten serupa di beranda pengguna.

“Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat ketergantungan terhadap konten negatif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan memilih informasi yang benar,” jelas Sonny.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Pemberian telepon genggam tanpa pengawasan berisiko membuat anak terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

Masyarakat diajak bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan cerdas demi mendukung terwujudnya Generasi Emas NTT. Kolaborasi pemerintah, media, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem digital yang bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....