BKKBN Sulbar Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Pernikahan Anak

  • 25 Jun 2026 07:53 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai upaya pencegahan pernikahan usia anak yang dinilai masih menjadi salah satu faktor penyumbang angka stunting di Sulawesi Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting adalah kelahiran dari ibu yang masih berusia terlalu muda.

Oleh karena itu, tingginya angka pernikahan usia anak turut berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting di Sulawesi Barat.

"Secara nasional, angka pernikahan dini kita termasuk terbesar keempat, sementara angka stunting juga masuk tiga besar di Indonesia. Salah satu faktor terjadinya stunting adalah anak yang dilahirkan oleh ibu yang terlalu muda," ujarnya dalam dialog di RRI Mamuju, Rabu 25 Juni 2026.

Wahidah menjelaskan, salah satu bentuk kolaborasi yang dijalankan BKKBN Sulbar adalah melalui program Elektronik Siap Nikah Siap Hamil yang melibatkan Kementerian Agama. Program tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin agar lebih siap secara fisik, mental, dan kesehatan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

"Salah satu program kami adalah Elektronik Siap Nikah Siap Hamil. Di situ kami bekerja sama dengan Kementerian Agama karena masyarakat yang akan menikah pasti melalui Kementerian Agama," katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, BKKBN Sulawesi Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....