Antrean Pertalite Mengular, Ojol Pilih Hemat Operasional

  • 23 Jun 2026 14:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa, 24 Juni 2026 siang. Mayoritas pengendara yang mengantre merupakan pengguna BBM jenis Pertalite yang memilih menunggu lebih lama dibandingkan beralih ke Pertamax yang harganya lebih tinggi.

Bagi sebagian masyarakat, terutama pengemudi ojek online dan layanan transportasi daring roda empat, selisih harga bahan bakar menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya pendapatan yang dapat dibawa pulang setiap hari. Mereka mengaku rela menghabiskan waktu untuk mengantre demi mendapatkan Pertalite agar biaya operasional tetap terkendali.

Salah seorang pengemudi GoCar, Ahmad (38), mengatakan antrean panjang memang mengurangi waktu kerjanya. Namun menurutnya, menggunakan Pertalite masih menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan harus membeli Pertamax.

"Kalau pakai Pertamax, biaya bahan bakar harian saya naik cukup besar. Sementara tarif yang kami terima dari aplikasi tidak berubah. Jadi kalau dihitung-hitung, pendapatan bersih yang dibawa pulang semakin sedikit," ujarnya saat ditemui di salah satu SPBU di Banjarbaru. .

Menurut Ahmad, dalam sehari dirinya dapat menghabiskan puluhan liter bahan bakar untuk melayani penumpang di wilayah Banjarbaru hingga Banjarmasin. Selisih harga per liter yang terlihat kecil tetap memberikan pengaruh besar terhadap pengeluaran operasional setiap bulan.

Hal senada disampaikan Budi (34), seorang pengemudi ojek online. Ia mengaku lebih memilih mengantre selama puluhan menit daripada harus mengisi Pertamax yang menurutnya akan mengurangi penghasilan harian.

"Kalau sehari bisa beberapa kali isi bensin, selisih harga itu sangat terasa. Kami bekerja mengejar setoran dan kebutuhan keluarga. Jadi meskipun antre panjang, saya tetap memilih Pertalite karena lebih terjangkau," katanya.

Budi menambahkan, biaya bahan bakar merupakan salah satu pengeluaran terbesar bagi pengemudi ojol. Karena itu, ketersediaan Pertalite menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan dan biaya operasional.

Sementara itu, petugas SPBU, Mulyono, menjelaskan bahwa pihaknya terus melayani masyarakat sesuai prosedur yang berlaku. Untuk menjaga ketertiban distribusi BBM, SPBU tidak melayani pembelian menggunakan jerigen tanpa izin yang sah maupun kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi.

"Kami melayani pembelian BBM sesuai aturan yang berlaku. Pengisian menggunakan jerigen harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, sedangkan kendaraan dengan tangki modifikasi tidak diperkenankan melakukan pengisian di SPBU ini," ucap Mulyono.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre dan mematuhi ketentuan yang berlaku agar proses pelayanan dapat berjalan lancar dan merata bagi seluruh konsumen.

Meski antrean cukup panjang di sejumlah SPBU, para pengemudi transportasi daring di Banjarbaru tetap memilih bersabar menunggu giliran. Bagi mereka, penggunaan Pertalite masih menjadi pilihan yang paling memungkinkan untuk menjaga biaya operasional tetap terjangkau sehingga pendapatan harian tidak tergerus oleh tingginya pengeluaran bahan bakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....