Harga Pertamax Naik, Pengendara Beralih Gunakan Pertalite
- 11 Jun 2026 01:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kembali diberlakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga sejak Rabu, 10 Juni 2026. Kali ini, produk BBM jenis Pertamax (RON 92) yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan.
Sebelumnya, harga Pertamax di wilayah Kalimantan Selatan berada pada angka Rp12.900 per liter. Namun kini, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam karena harganya naik menjadi Rp17.000 per liter.
Kondisi ini pun membuat sebagian pengguna Pertamax beralih menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Salah seorang warga, Subhan, mengaku terpaksa berganti produk demi menyesuaikan pengeluaran harian.
"Biayanya jadi terlalu besar. Makanya lebih memilih mengantre lama saja mengisi Pertalite," ujarnya Rabu,10 Juni 2026.
Subhan yang setiap harinya harus melakukan perjalanan keluar daerah ini mengaku harus memutar otak agar biaya operasionalnya tetap mencukupi. Dalam sehari setidaknya ia memerlukan minimal delapan liter bahan bakar.
"Kalau dipaksakan tetap pakai Pertamax, pengeluaran bisa lebih dari Rp100.000. Sedangkan dari kantor cuma dapat jatah uang jalan Rp50.000," katanya menambahkan.
Banyaknya pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite berimbas pada antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang terpantau lebih panjang dari biasanya. Di SPBU Pulau Laut misalnya, lajur pengisian Pertalite tampak lebih ramai dibandingkan dengan lajur Pertamax.
Meski terjadi kepadatan, Manajer SPBU Pulau Laut, Aan, memastikan situasi di lapangan hingga saat ini tetap berjalan kondusif. Menurutnya, ramainya antrean kendaraan tersebut tidak semata-mata terjadi karena adanya kenaikan harga Pertamax.
"Kalau kondisi ramai seperti ini sebenarnya sudah terjadi dari sekitar dua bulan lalu. Jadi tidak ada lonjakan pembelian baru yang terlalu signifikan," ucapnya.
Di SPBU yang berlokasi di Jalan S Parman tersebut, konsumsi harian Pertalite rata-rata menghabiskan total kapasitas 16.000 liter setiap hari. Walau angka konsumsi tinggi, Aan memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar masih sangat mencukupi.
"Stok semuanya aman, pasokan Pertamax juga aman. Pengiriman dari Pertamina ke pihak SPBU sampai hari ini juga masih lancar," ujarnya.
Di tengah penyesuaian harga ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak merespons situasi secara berlebihan. Langkah ini guna mencegah terjadinya aksi borong (panic buying) yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi stok di tingkat masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....