NTB Raih Penghargaan BSSN, 10 Kabupaten/Kota Kini Terhubung Sistem Siber Nasional
- 23 Jun 2026 14:28 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan penghargaan kepada NTB setelah seluruh 10 kabupaten/kota berhasil membentuk dan mendaftarkan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
- Penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang.
- Keberadaan TTIS di daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat pertahanan siber nasional.
RRI.CO.ID, Mataram – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan penghargaan kepada NTB setelah seluruh 10 kabupaten/kota berhasil membentuk dan mendaftarkan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS). Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi kepada Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dalam acara penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) TTIS di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, Selasa 23 Juni 2026.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang. “Keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana pemerintah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang diberikan,” katanya.
Menurut dia, percepatan transformasi digital pemerintahan harus berjalan beriringan dengan sistem keamanan yang kuat. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, terus mendorong penerapan Smart Government sebagai bagian dari visi NTB Makmur Mendunia.
Ia menyebut keberhasilan membentuk TTIS di seluruh daerah tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BSSN, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait. “Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini penting agar pemerintah daerah semakin siap menghadapi berbagai ancaman siber,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi mengatakan keberadaan TTIS di daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat pertahanan siber nasional. Menurut dia, ancaman siber saat ini semakin kompleks sehingga pemerintah daerah harus memiliki kemampuan mendeteksi, menangani, dan memulihkan gangguan terhadap sistem digital.
“BSSN akan terus memberikan pendampingan, mulai dari pemantauan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembinaan Tim Tanggap Insiden Siber di daerah,” katanya.
TTIS memiliki tugas penting, mulai dari mengidentifikasi aset informasi, melakukan pengawasan keamanan sistem, menangani insiden siber, hingga memastikan layanan pemerintahan tetap berjalan ketika terjadi gangguan digital.
Dalam kegiatan tersebut, BSSN juga menyerahkan STR kepada pemerintah kabupaten/kota se-NTB serta Universitas Mataram. Dengan registrasi ini, seluruh TTIS daerah resmi masuk dalam ekosistem keamanan siber nasional.
Dengan capaian ini, NTB menjadi salah satu provinsi yang seluruh pemerintah daerahnya telah memiliki TTIS resmi dan terkoneksi dengan sistem keamanan siber nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....