Gudang Beras BAZNAS Dompu Memprihatinkan, Butuh Perhatian Pemkab
- 23 Jun 2026 09:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Kondisi gudang penyimpanan beras milik BAZNAS Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dinilai sangat memprihatinkan dan tidak lagi layak digunakan. Gudang yang berada di samping pintu selatan Masjid Raya Baiturrahman itu kini mengalami kerusakan cukup parah.
Sejumlah bagian bangunan tampak mengalami keretakan pada dinding, ventilasi dalam kondisi jebol, serta bagian plafon dan kayu-kayu penyangga yang mulai lapuk dimakan usia. Kondisi tersebut dinilai sangat rawan, baik dari sisi keamanan maupun ketahanan bangunan terhadap cuaca ekstrem.
Ketua BAZNAS Kabupaten Dompu, Dahlan HAR, mengatakan bangunan kantor berikut gudang yang saat ini ditempati merupakan aset pinjaman dari Pemerintah Kabupaten Dompu. Menurut Dahlan, BAZNAS tidak memiliki kewenangan menggunakan dana zakat untuk kebutuhan operasional lembaga, termasuk pembangunan kantor maupun gudang. Sebab, dana zakat hanya diperuntukkan bagi delapan golongan penerima atau asnaf sesuai ketentuan syariat.
| Baca juga: Stok Beras Bulog NTB Aman hingga Tahun Depan |
“BAZNAS bukan bagian dari delapan asnaf, sehingga hasil pengumpulan zakat tidak bisa digunakan untuk operasional, apalagi membangun kantor atau gudang,” jelasnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menyebut, selama ini kebutuhan operasional BAZNAS, termasuk perawatan kantor, gudang, hingga mobilitas kegiatan, sepenuhnya bergantung pada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, setiap tahunnya BAZNAS Kabupaten Dompu mampu menghimpun dana zakat hingga miliaran rupiah.
Namun, aturan yang ada membatasi penggunaan dana tersebut agar tetap fokus pada penyaluran kepada masyarakat yang berhak menerima. Dahlan berharap Pemerintah Kabupaten Dompu dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi gudang tersebut, terutama dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan gudang yang lebih representatif dan memenuhi standar keamanan.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah tidak layak menjadi salah satu faktor yang mempermudah aksi pencurian, seperti hilangnya lebih dari dua ton beras yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Wajar saja gudang ini bisa dibobol maling. Kondisinya memang sudah tidak layak, dari ventilasi sampai keamanan bangunan sangat lemah,” ujarnya.
Selain rawan pencurian, gudang tersebut juga dinilai rentan terhadap ancaman cuaca buruk, seperti hujan deras dan banjir, yang sewaktu-waktu dapat merusak stok beras bantuan untuk masyarakat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi bantuan sosial yang selama ini menjadi salah satu program utama BAZNAS Dompu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....