Disbun Way Kanan Fokus Penguatan Sektor Perkebunan

  • 22 Jun 2026 00:21 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Upaya pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi komoditas, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani sebagai pelaku utama di lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Dinas Perkebunan dalam mendukung ekonomi daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan, Ishak, mengatakan penguatan sektor perkebunan diarahkan untuk mendorong petani agar lebih produktif dan berdaya saing. Hal tersebut dilakukan seiring dengan visi Way Kanan Mandiri dan Sejahtera periode 2025–2030.

Menurutnya, komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kelapa, tebu, tembakau, hingga komoditas rempah dan penyegar seperti kopi, lada, kakao, dan cengkeh memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh peningkatan kemampuan petani.

Dia menjelaskan berbagai program pembinaan dan pendampingan terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola lahan perkebunan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil produksi.

“Usaha peningkatan produksi tanaman perkebunan kami dorong melalui pembinaan, sosialisasi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petani,” ujar Ishak, Minggu, 21 Juni 2026.

Dia menambahkan, bantuan sarana dan prasarana bukan hanya untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga untuk memperbaiki efisiensi kerja petani di lapangan. Dengan demikian, pengelolaan perkebunan dapat dilakukan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Selain itu, pendampingan teknis juga terus diberikan agar petani mampu menghadapi tantangan fluktuasi harga dan perubahan kondisi pasar. Hal ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas pendapatan petani perkebunan.

Dia berharap penguatan kapasitas petani dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan petani yang lebih mandiri dan berdaya saing, sektor perkebunan diharapkan menjadi penopang utama ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....