Kader Perlinsos Jadi Kunci Percepatan Bansos Digital
- 20 Jun 2026 16:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Pemerintah Kota Mataram memperkuat percepatan transformasi bantuan sosial (bansos) digital dengan mengandalkan peran agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan kader di tingkat lingkungan sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat untuk memastikan proses transisi dari sistem konvensional ke digital berjalan lancar, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh seluruh penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan digitalisasi bansos bukan sekadar menjalankan amanat regulasi, tetapi menjadi upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kecepatan penyaluran bantuan. Karena itu, Dinsos mulai memberikan bimbingan teknis kepada 750 agen Perlinsos sebagai bagian dari strategi mempercepat implementasi program tersebut.
"Dalam percepatan bansos digital, kunci utamanya adalah kolaborasi di lapangan. Kami melibatkan penuh pendamping sosial dan kader sebagai garda terdepan untuk membantu masyarakat memahami sistem yang digunakan," kata Muzakkir.
Melalui bimtek, para agen dibekali kemampuan penggunaan aplikasi bansos digital, tata cara pendaftaran, pengajuan sanggahan, hingga mekanisme verifikasi dan validasi data penerima bantuan.
Menurutnya, keberadaan agen Perlinsos sangat penting karena mereka bertugas mendampingi masyarakat secara langsung, termasuk keluarga penerima manfaat (KPM), penyandang disabilitas, dan lanjut usia yang mengalami keterbatasan dalam mengakses teknologi.
"Jika ada warga yang kesulitan atau mengalami kendala teknis, pendamping dan kader siap melakukan jemput bola agar tidak ada penerima manfaat yang tertinggal," ujarnya.
Saat ini Kota Mataram memiliki 941 agen Perlinsos yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan melayani sekitar 144.600 kepala keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk memperkuat layanan, Dinsos juga akan melibatkan 1.830 kader pada 366 posyandu se-Kota Mataram.
"Kami akan terus optimalakan karena program ini mendapat perhatian khusus Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengingat Kota Mataram menjadi salah satu dari 42 daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba pelaksanaannya." Ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....