Kelola Kebersihan Kota, Wawali Palu Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah

  • 13 Jun 2026 16:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, secara simbolis membuka kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Tahun 2026. Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu tersebut dipusatkan di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para pimpinan rumah sakit, perhotelan, restoran, kafe, serta sejumlah pelaku usaha ekosistem urban lainnya. Kehadiran elemen sektor swasta tersebut dinilai menjadi instrumen kunci dalam upaya penguatan tata kelola kebersihan lingkungan di Kota Palu.

Imelda menjelaskan bahwa dasar hukum pengelolaan sampah di ibu kota provinsi sebenarnya telah diatur kuat dalam Perda Nomor 3 Tahun 2016 serta Perwali Nomor 37 Tahun 2017. Namun, melihat realisasi kedisiplinan di lapangan saat ini, otoritas kota memandang perlu untuk menyegarkan kembali komitmen regulasi tersebut dari awal.

“Masalah pemilahan sampah ini sebenarnya sudah cukup lama disosialisasikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini belum seluruh entitas bisnis di sektor perhotelan maupun fasilitas kesehatan melakukan pemilahan limbah operasional secara optimal. Padahal, pemisahan mendasar antara jenis sampah basah, sampah kering, hingga pecahan kaca sangat penting untuk menjaga aspek keselamatan kerja petugas.

“Praktik seperti ini bukan hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain,” ucap Imelda.

Pemerintah Kota Palu mengapresiasi tingkat kesadaran sebagian warga di lingkungan rumah tangga yang mulai menunjukkan tren perkembangan positif. Pemilahan sejak dari hulu ini diproyeksikan dapat memangkas beban kerja teknis operasional di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kawatuna.

Selain mempermudah kerja petugas angkut, sisa sampah organik sisa sayuran dan makanan juga memiliki nilai ekonomis sekunder yang cukup tinggi. Kelompok peternak lokal hingga mahasiswa di kota ini diketahui mulai memanfaatkan limbah basah tersebut sebagai bahan baku pakan serta riset daur ulang.

“Semua harus dimulai dari pimpinan yang menyediakan wadah dan memberi contoh baik,” tegas Imelda.

Wawali Imelda optimistis seluruh sektor usaha yang beroperasi di wilayah administratifnya mampu menerapkan budaya pilah sampah secara konsisten. Sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah dan kepatuhan pelaku usaha menjadi modal utama mewujudkan Kota Palu yang bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....