Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Lahan dan Alang-Alang

  • 11 Jun 2026 13:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang lebih panas dan minim curah hujan dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, khususnya pada lahan terbuka yang ditumbuhi alang-alang atau vegetasi kering.

‎Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdamkarmatan Kota Bandung, Kurniawan Yusuf, menjelaskan bahwa musim kemarau tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah kebakaran bangunan. Menurutnya, kebakaran rumah atau gedung umumnya dipicu oleh faktor internal seperti korsleting listrik, kebocoran gas, maupun kelalaian penggunaan api di dalam bangunan.

‎“Musim hujan maupun musim kemarau sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kejadian kebakaran bangunan. Karena yang terbakar di rumah atau bangunan itu biasanya berasal dari sumber api yang ada di dalam bangunan itu sendiri,” ujar Kurniawan, Kamis 11 Juni 2026.

‎Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi berbeda terjadi pada kebakaran lahan dan alang-alang. Saat memasuki musim kemarau, vegetasi yang mengering menjadi sangat mudah terbakar sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di area terbuka.

‎“Beda dengan alang-alang. Ketika mengalami kekeringan, tentu potensi kebakarannya meningkat. Sehingga ketika ada pemicu, seperti api terbuka akibat kelalaian masyarakat, misalnya membakar sampah, kemudian apinya menjalar dan merambat ke area yang dipenuhi alang-alang kering, maka potensi bahaya kebakaran menjadi lebih besar,” katanya.

‎Kurniawan menuturkan, kebakaran alang-alang memiliki karakteristik penyebaran api yang relatif cepat karena bahan bakarnya berupa tumbuhan kering yang mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan api di sekitar lahan kosong maupun area yang ditumbuhi rumput kering.

‎Meski demikian, dari sisi penanganan, kebakaran alang-alang dinilai lebih mudah dikendalikan dibandingkan kebakaran bangunan. Hal ini karena lokasi kebakaran umumnya berada di ruang terbuka sehingga petugas lebih leluasa melakukan upaya pemadaman dan pelokalisiran api.

‎“Kalau dari sisi penanggulangan, alang-alang yang terbakar itu relatif lebih mudah kita lokalisir karena berada di area terbuka. Petugas bisa lebih cepat menentukan titik api dan mencegah penyebarannya ke area lain,” jelasnya.

‎Meski proses penanganannya lebih mudah, Kurnia menegaskan bahwa tren peningkatan kebakaran lahan selama musim kemarau hampir selalu terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, peran serta masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan.

‎Disdamkarmatan Kota Bandung mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

‎“Kalau musim kemarau, biasanya memang selalu ada peningkatan kejadian kebakaran lahan atau alang-alang. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....