Penamatan 360 Siswa SMP Negeri 8 Manado Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
- 09 Jun 2026 14:27 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, MANADO – Sebanyak 360 siswa kelas IX SMP Negeri 8 Manado Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi mengikuti prosesi penamatan yang berlangsung sederhana namun penuh kesan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan diawali dengan parade siswa yang diiringi marching band sekolah dari titik kumpul menuju kompleks SMP Negeri 8 Manado di Jalan Sea, Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang.
Dalam sambutan Wali Kota Manado,, yang dibacakan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Grace Sondakh, disampaikan bahwa pendidikan merupakan sarana penting untuk membentuk generasi yang unggul dan berkarakter.
“Selamat kepada adik-adik kelas IX yang telah menamatkan belajarnya di SMP Negeri 8 Manado. Saya juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh jajaran yang telah sukses mengantar anak-anak didiknya menuntaskan masa belajar di SMP,” ujar Andrei Angouw dalam sambutannya.
Wali Kota juga berpesan agar para lulusan terus belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. “Rajinlah belajar dan menulis. Menulis adalah latihan yang baik untuk membangun kemampuan bernalar. Kelak kemampuan ini akan sangat berguna bagi adik-adik,” katanya.
Ucapan selamat turut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Peter K.B. Assa, melalui tayangan video yang diputar saat acara berlangsung. Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan masa depan dengan baik.
“Teruslah belajar, kembangkan potensi diri, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta jadilah generasi yang kreatif, adaptif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Peter Assa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan. “Jangan pernah meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual. Karakter yang kuat dan hati yang takut akan Tuhan merupakan fondasi utama dalam meraih kesuksesan yang sejati,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 8 Manado, Tineke Timpaulu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali murid yang telah bergotong royong mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara penamatan merupakan hasil kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
“Bersyukur kepada Tuhan, acara penamatan ini berhasil dilaksanakan dengan sukses, sederhana namun sangat berkesan,” kata Tineke.
Sementara itu, Ketua Panitia Jeane Rondonuwu melaporkan bahwa seluruh 360 siswa kelas IX dinyatakan lulus, terdiri dari 179 siswa perempuan dan 181 siswa laki-laki. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan penamatan merupakan hasil kolaborasi antara orang tua, komite sekolah, dan civitas akademika SMP Negeri 8 Manado.
“Kami sepakat memberikan donasi secara sukarela dan tanpa paksaan untuk menunjang pelaksanaan acara ini. Ini merupakan bentuk kebersamaan dan dukungan orang tua bagi anak-anak yang ingin merayakan momen kelulusan mereka,” ujarnya.
Jeane juga menilai SMP Negeri 8 Manado berhasil memberikan solusi atas polemik penyelenggaraan acara penamatan yang selama ini kerap menjadi perdebatan. “Solusinya bukan dengan melarang atau meniadakan hak bahagia anak-anak kita, tetapi bagaimana mengelola sumber daya keluarga besar sekolah ini melalui komunikasi yang sehat, transparan, dan kerja sama tanpa pamrih,” katanya.
Acara yang dipandu Sevenlee Pantouw dan Kyran Sasuwuk berlangsung khidmat dan meriah. Selain penampilan marching band dan Teater Spendel, prosesi penamatan ditandai dengan pemasangan bunga oleh siswa kepada orang tua, pengalungan selempang kelulusan, serta pemberian ucapan selamat dari kepala sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, dan wali kelas.
Meski aula sekolah memiliki kapasitas terbatas sehingga prosesi dilakukan secara bergilir untuk 10 kelas, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Sekretaris Panitia, Charensia Repi, mengapresiasi pengertian para orang tua dan siswa yang mendukung kelancaran acara.
“Aula sekolah hanya dapat menampung sekitar 400 orang sehingga panitia menerapkan sistem bergilir. Puji Tuhan, orang tua dan siswa dapat memahami kondisi tersebut dan acara penamatan SMP Negeri 8 Manado berakhir dengan sukses,” ujar Charensia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....