Infrastruktur Jadi Fokus Pemkab Badung untuk Menjaga Pariwisata Berkualitas

  • 07 Jun 2026 17:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa keberlanjutan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan budaya, tetapi juga harus didukung pembangunan infrastruktur yang memadai. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Badung saat ini memfokuskan kebijakan pada penguatan infrastruktur guna menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan kapasitas fiskal daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi Arnawa saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung, Minggu, 7 Juni 2026. Menurutnya, budaya tetap menjadi hulu pariwisata Bali, namun agar sektor tersebut terus berkembang diperlukan dukungan ekosistem yang baik, mulai dari jalan, pengelolaan sampah, hingga ketersediaan air bersih.

"Kebijakan kita dengan misinya adalah mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Artinya apa? Fokus kebijakan kami sekarang ke infrastruktur." Ujarnya.

Ia menjelaskan jumlah wisatawan yang datang ke Bali jauh melampaui jumlah penduduk lokal sehingga membutuhkan kapasitas infrastruktur yang memadai. Menurutnya, apabila kenyamanan wisatawan dapat dijaga, maka mereka akan kembali berkunjung dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

"Saya ingin meyakinkan orang yang datang itu nyaman ada di Bali. Kalau ini sudah tercipta, saya kira setiap tahun dia akan berulang-ulang datang ke Bali dan berulang-ulang datang ke Badung," ujarnya.

Bupati Badung mengatakan pembangunan infrastruktur yang saat ini menjadi prioritas antara lain pembangunan jalan baru, penanganan sampah melalui program PSEL, serta penguatan layanan air bersih melalui perusahaan daerah air minum. "Sekarang kita sedang mendorong pembangunan jalan baru. Yang kedua sekarang bagaimana masalah sampah. Sampah sudah kita atasi melalui program PSEL. Sesudah itu sekarang air. Perusahaan air, penyediaan air sangat terbatas. Saya ingin PDAM juga harus mulai berpikir sekarang bagaimana caranya untuk mengimbangi," tambahnya.

Adi Arnawa juga mengungkapkan adanya minat investasi baru di Badung yang bergantung pada kesiapan infrastruktur daerah. Menurutnya, sejumlah investor telah menyampaikan rencana pembangunan hotel yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2028.

"Ada enam investor yang ketemu saya. Dia ngomong sama saya, Pak Bupati, saya akan bangun hotel untuk di kawasan Nusa Dua saja, enam hotel baru dan 2028 sudah beroperasi. Enam hotel baru yang akan memberikan ruang pekerjaan 2.300 pekerja,” katanya.

Menurutnya, bertambahnya investasi akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud apabila pemerintah mampu menyediakan infrastruktur yang memadai.

Ia menambahkan seluruh perangkat daerah perlu melihat peluang yang muncul dari pembangunan tersebut dan bekerja secara terpadu tanpa ego sektoral. "Semua perangkat daerah harus benar melihat peluang-peluang dari apa yang kita bangun ini. Mudah-mudahan dengan kita sekarang serius membangun infrastruktur ini, tentu ini akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Badung ini," ungkapnya.

Meski demikian, Adi Arnawa menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan budaya sebagai identitas utama Bali. Menurutnya, budaya tetap menjadi fondasi yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata dunia.

"Bagaimana cara kita menjaga pariwisata ini? Adalah bagaimana kita menjaga budaya kita," tegasnya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan sehingga mampu mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....