Koster Dukung Percepatan Penguatan Akses Transportasi Bandara Ngurah Rai
- 19 Jun 2026 22:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung percepatan penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung. Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat peran strategis bandara sebagai gerbang utama pariwisata Bali sekaligus titik rawan kemacetan.
Dukungan itu disampaikan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin 15 Juni 2026. Dalam arahannya, Koster menyambut baik pelaksanaan FGD yang dinilai penting untuk merumuskan langkah konkret dalam mengatasi persoalan akses transportasi di kawasan bandara dan sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan aksesibilitas menjadi isu mendesak karena berkaitan langsung dengan potensi kemacetan yang dapat berdampak pada citra pariwisata Bali. “Jika tidak diantisipasi, persoalan kemacetan ini bisa memengaruhi citra pariwisata Bali,” ujarnya.
Koster juga memaparkan data kunjungan wisatawan yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 7,05 juta wisatawan mancanegara dan 9,2 juta wisatawan domestik, sehingga total mencapai lebih dari 16 juta orang.
Menurutnya, tingginya arus kedatangan tersebut memperkuat urgensi penataan akses transportasi di kawasan bandara dan wilayah sekitar, khususnya Badung dan Denpasar. “Penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” katanya.
Ia meminta agar FGD mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif dengan memetakan secara detail titik-titik kemacetan serta pola arus kendaraan. “Petakan betul setiap titiknya. Alur kendaraan harus benar-benar diperhatikan, tidak bisa hanya fokus pada satu titik saja,” tegasnya.
Koster juga berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung percepatan implementasi hasil kajian tersebut agar segera dapat direalisasikan. Ia turut menyinggung rencana perluasan area parkir dan terminal bandara yang diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk menghasilkan kajian yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Menurutnya, penguatan aksesibilitas transportasi bandara harus dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan berbasis integrasi sistem transportasi. FGD juga menghadirkan pemaparan akademis dari Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, yang turut mendapat berbagai masukan dari peserta untuk penyempurnaan kajian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....