Jumlah Hewan Kurban di Lombok Timur Meningkat Hampir 20 Persen

  • 07 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur mencatat adanya peningkatan jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi baik pada ternak sapi maupun kambing.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, drh. Hultatang, mengatakan jumlah hewan kurban pada tahun 2026 mencapai 7.401 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 3.706 ekor sapi dan 3.692 ekor kambing.

Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 6.178 ekor yang terdiri dari 3.229 ekor sapi dan 2.947 ekor kambing.

'Terjadi peningkatan sebanyak 1.223 ekor atau sekitar 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk sapi meningkat 477 ekor, sedangkan kambing bertambah 745 ekor," ujar Hultatang, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah kurban. Selain itu, kondisi tersebut juga menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ekonomi masyarakat Lombok Timur berada dalam situasi yang relatif baik.

"Peningkatan jumlah kurban ini menunjukkan semangat masyarakat yang tinggi dalam beribadah sekaligus menjadi gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang relatif baik," katanya.

Selain melakukan pendataan jumlah hewan kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan sebelum pemotongan (antemortem) maupun setelah pemotongan (postmortem).

Pengawasan tersebut melibatkan petugas kesehatan hewan yang ditempatkan di berbagai desa dan lokasi pemotongan hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi persyaratan kesehatan, layak dipotong, serta aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Dikatakannya tidak ditemukan adanya indikasi penyakit hewan menular berbahaya, termasuk anthraks, pada hewan kurban yang dipotong di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

"Kami terus melakukan pengawasan secara ketat. Sampai saat ini tidak ditemukan indikasi anthraks pada hewan kurban di Lombok Timur. Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat terdapat daerah endemis anthraks di wilayah lain di Nusa Tenggara Barat," ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....