Program ASRI Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Cegah Stunting di Cirebon

  • 05 Jun 2026 20:27 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mengembangkan program untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mencegah stunting. Melalui Program Anggota Keluarga Sehat Pekarangan Lestari (ASRI), masyarakat didorong menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen pelaksanaan program ditandai dengan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Kerja Sama Program ASRI Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Provinsi Jawa Barat bersama DKPP Kabupaten Cirebon di Aula DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu 3 Juni 2026.

Program ASRI tahun 2026 menyasar enam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Cirebon. Melalui program ini, masyarakat didorong mengoptimalkan pekarangan rumah untuk budi daya sayuran sehat dan pemeliharaan ayam petelur guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, mengatakan program ASRI merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi mewujudkan kemandirian pangan daerah.

“Program ASRI yang diinisiasi DKPP Jawa Barat sangat sejalan dengan visi mewujudkan kemandirian pangan daerah,” ujarnya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon. “Melalui program ini, kita didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal dengan menanam tanaman pangan, sayuran, dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta pemanfaatan protein hewani,” katanya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan pekarangan tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan rumah, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting dan meningkatkan nilai ekonomi keluarga.

“Tujuan utamanya bukan sekadar memperindah pekarangan, melainkan memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi seimbang di tingkat rumah tangga, mendukung penanganan stunting melalui pemenuhan gizi keluarga, serta meningkatkan nilai ekonomi keluarga dari hasil panen pekarangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan materi terkait aspek administrasi dan teknis pelaksanaan program. Materi itu menjadi bekal bagi kelompok penerima manfaat dan para pendamping agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebanyak enam KWT menandatangani komitmen kerja sama sebagai penerima Program ASRI Tahun 2026, yakni KWT Muzaraea, KWT Maju Jaya, KWT Sari Rasa, KWT Rengganis Mahesa Ayu, KWT Indah Makmur, dan KWT Nenggala Beringin. “Melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang asri, teratur, indah, dan nyaman, kita tidak hanya membangun ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan keluarga yang sejahtera,” katanya.

Pihaknya mengajak seluruh kelompok untuk menjadikan pekarangan rumah sebagai lumbung pangan keluarga yang mampu memberikan manfaat jangka panjang. “Mari jadikan pekarangan rumah kita sebagai lumbung hidup yang memberikan manfaat besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Bersama Pemprov Jawa Barat, kita wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan tangguh,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....