Proyek PSEL di TPA Jatibarang Senilai Rp3 Triliun Dilirik 85 Investor Dunia
- 04 Jun 2026 19:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya senilai Rp3 triliun mendapat respons positif dari investor internasional. Sebanyak 85 investor dari berbagai negara tercatat menyatakan ketertarikannya terhadap proyek strategis yang akan dibangun di kawasan TPA Jatibarang tersebut.
Tingginya minat investor menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dengan energi bersih. Bahkan, pada Kamis, 4 Juni 2026, enam perusahaan melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk meninjau kondisi lapangan dan potensi pengembangannya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. Menurutnya, diperlukan inovasi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat," ujar Agustina.
Ia menjelaskan, proyek PSEL Semarang Raya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Semarang sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Pemerintah Kota Semarang optimistis proyek PSEL Semarang Raya dapat menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan sampah di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan kota yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, inovasi pelayanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini. Namun, juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," kata Agustina.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan tingginya minat investor merupakan hasil dari proses market sounding yang dilakukan sebelumnya. Saat ini, Badan Pengelola Investasi Danantara tengah menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.
"Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Proyek PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kehadirannya diharapkan menjadi contoh kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui teknologi pengolahan modern yang tengah dikaji, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, sampah yang diolah juga akan menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Selain berdampak positif bagi lingkungan, proyek ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. Kehadiran investasi bernilai besar tersebut juga diyakini akan meningkatkan daya saing Kota Semarang di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....