Komisi C DPRD Kota Semarang Kawal Pematangan Lahan Proyek Pakuwon di Gombel
- 17 Jun 2026 21:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Komisi C DPRD Kota Semarang mengawal proses pematangan lahan proyek kawasan terpadu Pakuwon di kawasan Gombel Lama yang saat ini memasuki tahap awal pengerjaan. Pengawalan dilakukan untuk memastikan aspek teknis, keselamatan lingkungan, serta dampak terhadap warga sekitar menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek investasi senilai Rp9 triliun tersebut.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi C DPRD Kota Semarang bersama manajemen Pakuwon selaku investor. RDP juga dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Penataan Ruang (Distaru), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.
Diketahui, di kawasan terpadu Pakuwon ini nantinya tidak hanya dibangun mal saja tetapi juga dibangun hotel di lahan seluas 18 hektar. Nilai investasi secara keseluruhan mencapai Rp9 triliun, dan untuk tahap awal baru sebanyak Rp5 triliun.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto mengatakan, pihaknya akan mengawal proses pematangan lahan yang menjadi dasar sebelum pembangunan dilakukan secara menyeluruh. “Hal teknis yang kita pertanyakan karena lahan tersebut merupakan lahan patahan aktif di semarang dan ternyata mereka menggunakan teknologi soldier pile untuk mengatasi tanah gerak,” ujarnya.
Rukiyanto juga menyampaikan keluhan warga yang rumahnya mengalami keretakan karena adanya proses pematangan lahan sekaligus pekerjaan perbaikan jalan Gombel Lama oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY. “Keluhan dari warga sudah dilakukan mitigasi dan rembug dengan warga, ada 14 rumah yang akan dilakukan perbaikan tapi dilihat skala prioritasnya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Ferry Kuntoaji menuturkan, saat ini ada dua proyek yang dilakukan di kawasan Gombel Lama. Yang pertama, yaitu perbaikan jalan di Gombel Lama oleh BBPJN dan pematangan lahan untuk pembangunan kawasan terpadu Pakuwon.
“Kalau pembangunan jalan ini kan tiap tahun memang dilakukan, dan memang beberapa masyarakat juga merasa bangunan rumahnya ada yang retak. Nah, pembangunan di Pakuwon ini, mereka dalam pematangan menggunakan teknologi soldier pile dan diharapkan menjadi solusi bagi tanah gerak di kawasan tersebut,” katanya.
Sementara itu, General Manager Project High Rise Pakuwon, Paulus Louw menjelaskan, pihaknya saat ini belum melakukan pembangunan fisik gedung utamanya. Menurutnya, pematangan lahan menjadi bagian yang sangat penting dilakukan karena daerah yang dijadikan proyek pembangunan merupakan area patahan aktif.
Paulus menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai kajian terkait dengan lokasi pembangunan dengan berbagai ahli di bidangnya. Salah satunya, dengan menggunakan teknologi souldier pile pada persiapan lahan atau pematangan lahan.
Adanya soldier pile ini dinilai mampu menahan kestabilan lereng. Akan ada tujuh lapis soldier pile yang dipasang dengan diameter 1-2 meter dan panjang tiang 20-40 meter.
“Setiap project pasti ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya jika pembangunan sudah jadi maka akan bisa menyerap puluhan ribu lapangan kerja bahkan ada kenaikan nilai sosial di sekitar proyek,” ujarnya.
Paulus juga mengakui adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pembangunan proyek. Salah satunya yang dialami beberapa warga di sekitar proyek yang rumahnya mengalami keretakan.
“Kita komitmen ketika menimbulkan yang sifatnya negative, kita lakukan sosialisasi awal dan ada call center, kita lakukan verifikasi. Ini ada 14 rumah yang mengalami retak dan kami sudah verifikasi ke warga dan akan kami lakukan perbaikan,” katanya.
Ia mengungkapkan, pematangan lahan ditargetkan selesai akhir tahun 2026, sedangkan pembangunan kawasan terpadu ditargetkan selesai pada 2030-2031 mendatang.
HR NGA Pakuwon, Iful Novianto menambahkan, lokasi Gombel lama dipilih sebagai proyek pembangunan kawasan terpadu Pakuwon karena dinilai cukup unik. “Pengunjung yang datang ke mall itu bisa melihat view laut dan merasakan sejuk di area ketinggian Kota Semarang, ini yang belum ada di mal di Semarang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....