Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Lewat Anggaran Perubahan 2026

  • 04 Jun 2026 16:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan melalui APBD Perubahan 2026. Langkah ini dilakukan untuk menekan jumlah jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi telah menginstruksikan agar anggaran perubahan difokuskan pada sektor infrastruktur jalan. Bahkan, pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Jawa Tengah akan direvitalisasi dan diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan jalan.

Menurut Luthfi, persoalan jalan rusak harus menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ia menegaskan, kondisi jalan berlubang tidak boleh terus dibiarkan hingga membahayakan pengguna jalan.

"Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah, pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan," ucapnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya Semarang, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menargetkan kondisi jalan rusak di Jawa Tengah dapat berkurang secara signifikan hingga akhir 2026. Seluruh perangkat daerah diminta memfokuskan program dan anggaran pada percepatan penanganan ruas-ruas jalan yang membutuhkan perbaikan.

Luthfi mengatakan, revitalisasi pokir penting dilakukan karena banyak usulan masyarakat yang menginginkan pembangunan maupun perbaikan jalan di wilayahnya. Aspirasi tersebut tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.

Kondisi jalan di sejumlah daerah juga dipengaruhi musim hujan yang berlangsung cukup panjang sejak tahun lalu hingga awal 2026. Curah hujan tinggi menyebabkan penurunan kualitas jalan sehingga membutuhkan penanganan lebih cepat saat memasuki musim kemarau.

"Sekarang sudah masuk musim kemarau. Kita cek kembali dan segera lakukan perbaikan," ujarnya.

Salah satu proyek yang segera dikerjakan adalah perbaikan Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora. Proyek senilai Rp5,276 miliar tersebut telah memasuki tahap lelang dan akan segera dilanjutkan dengan pekerjaan fisik setelah proses administrasi selesai.

Sebelumnya, pada 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk perbaikan jalan provinsi dan jalan kabupaten. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah.

Selain percepatan pembangunan, Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan di lapangan. Ia meminta seluruh proyek perbaikan jalan dikerjakan sesuai standar agar hasilnya lebih kuat, tahan lama, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....