Dubes China Kunjungi Industri Kelapa di Halmahera Utara
- 03 Jun 2026 16:27 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tobelo – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong pengembangan industri berbasis kelapa di Maluku Utara sebagai bagian dari strategi percepatan hilirisasi dan industrialisasi kawasan transmigrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, ke fasilitas pengolahan kelapa milik PT Natural Indococonut Organik di Kabupaten Halmahera Utara, Rabu 3 Juni 2026.
Kedatangan Menteri Transmigrasi dan Dubes China disambut oleh Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad. Penyambutan dilakukan melalui prosesi adat khas Maluku Utara dengan pengalungan syal sebagai bentuk penghormatan.
Dalam keterangannya, Iftitah menegaskan bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi.
“Sesuai dengan instruksi langsung Bapak Presiden, dalam Asta Citanya bahwa Kementerian Transmigrasi ditugaskan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi kawasan transmigrasi,” kata Iftitah.
Menurutnya, program industrialisasi dan hilirisasi akan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani melalui pengembangan berbagai produk turunan kelapa. Produk tersebut meliputi minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), santan, gula kelapa, nata de coco, arang dan briket tempurung, cocopeat, serat sabut, hingga produk pangan dan kosmetik berbasis kelapa.
Pemerintah, lanjutnya, juga akan memperkuat aspek pascapanen serta membuka akses pasar domestik dan ekspor guna meningkatkan daya saing komoditas kelapa nasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyambut baik dukungan yang diberikan Kementerian Transmigrasi dan pemerintah China terhadap pengembangan sektor kelapa di daerahnya.
Ia menilai program industrialisasi dan hilirisasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan harga jual kelapa petani sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Transmigrasi juga menyinggung program Tim Ekspedisi Patriot (TEP), yang menjadi bagian dari transformasi program transmigrasi melalui kerja sama internasional.
“Tim berjumlah 36 orang nantinya akan menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi,” ucapnya Iftitah.
Usai agenda pertemuan, Menteri Transmigrasi, Dubes China, dan jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi perusahaan untuk melihat proses pengolahan kelapa dan produk turunannya.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari penjajakan peluang kerja sama Indonesia dan China di bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, serta pengembangan pariwisata yang sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....