BI Dorong Pengembangan Sektor Nontambang Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

  • 20 Mei 2026 18:12 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Bank Indonesia mendorong pengembangan sektor nontambang agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Utara. Potensi besar sektor perikanan, perkebunan hingga pariwisata dinilai perlu didorong melalui penguatan investasi dan kesiapan proyek daerah yang terintegrasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila mengatakan, Maluku Utara memiliki kekuatan besar di sektor kelautan karena wilayah perairannya yang luas. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menarik investasi pengembangan industri perikanan.

“Wilayah perairan kita cukup besar. Tentunya juga dengan potensi dari sektor perikanan yang sangat luar biasa sekali. Otomatis kita bisa mendorong investasi pengembangan potensi dari sektor perikanan sendiri,” ujar Handi usai kegiatan Kie Raha Economic Forum di Ternate, Rabu, 20 Mei 2026.

Selain sektor perikanan, Handi menyebut komoditas perkebunan seperti kelapa, pala, cengkih dan berbagai rempah-rempah juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Sektor pariwisata pun dinilai berpotensi tumbuh apabila daerah mampu menghadirkan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor.

Menurutnya, minat investor untuk masuk ke Maluku Utara sebenarnya cukup tinggi. Bahkan sejumlah investor dari Singapura dan Korea Selatan disebut telah menjajaki peluang investasi di daerah tersebut. Namun, investor membutuhkan proyek yang memiliki kejelasan dari sisi regulasi maupun kesiapan dokumen.

“Saat ini sebenarnya investor yang siap untuk melakukan investasi ke Maluku Utara itu cukup banyak. Tapi pastinya investor itu mencari project yang clean and clear,” katanya.

Handi menegaskan, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam menarik investasi. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia dan berbagai mitra terkait untuk menyiapkan proyek investasi yang matang dan layak ditawarkan.

Ia menjelaskan, sejumlah daerah di Indonesia telah memiliki Regional Investor Relation Unit (RIRU) yang berfungsi menyediakan berbagai informasi dan data yang dibutuhkan calon investor. Unit tersebut juga membantu menyiapkan daftar proyek potensial yang siap dipasarkan kepada investor.

“Nah, namun demikian di Maluku Utara saat ini masih belum ada. Tentunya kita perlu sama-sama untuk mengembangkan terkait RIRU ini terutama bekerja sama dengan DPMPTSP,” ucap Handi.

Selain RIRU di tingkat daerah, Bank Indonesia juga memiliki Investor Relation Unit (IRU) di tingkat nasional serta Global Investor Relation Unit (GIRU) di tingkat internasional. Seluruh unit tersebut terhubung untuk mendukung promosi investasi melalui forum investasi hingga kegiatan business matching antara investor dan pemerintah daerah.

Handi menambahkan, Maluku Utara sebenarnya memiliki peluang besar untuk menarik investasi di luar sektor pertambangan. Namun peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan daerah dalam menyediakan proyek yang jelas, terukur dan siap direalisasikan investor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....