Dosen Unkhair Diundang ke Konferensi Industri Global di Tiongkok
- 07 Mei 2026 19:45 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Dosen Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Dr. Yanuardi Syukur, menerima undangan resmi menghadiri Konferensi Produktivitas Kualitas Baru dan Pengembangan Berkualitas Tinggi untuk Makanan, Obat-obatan, Peralatan Medis, dan Kosmetik di Tiongkok Tahun 2026. Konferensi internasional itu akan berlangsung di Sanya pada 8 hingga 11 Mei 2026.
Kegiatan bergengsi tersebut diselenggarakan oleh China Food and Drug Enterprise Quality and Safety Promotion Association dengan mengusung tema “Pemberdayaan Penutupan Bea Cukai, Kepemimpinan Teknologi, Keamanan dan Efisiensi, Berbagi Ekologis”. Forum ini menjadi ajang pertemuan akademisi, pelaku industri, hingga pimpinan perusahaan dari berbagai negara.
Pemilihan Hainan sebagai lokasi konferensi dinilai strategis karena kawasan tersebut tengah berkembang menjadi pusat perdagangan bebas terbesar di dunia. Pulau yang dijuluki “Hawaii-nya Tiongkok” itu kini menjadi simbol transformasi ekonomi dan inovasi industri modern.
| Baca juga: Tahun ini, FIB Unkhair Kurban 5 Ekor Sapi |
Sejak akhir 2025, seluruh wilayah Hainan resmi ditetapkan sebagai kawasan bea cukai khusus. Kebijakan tersebut membuat barang dari luar negeri yang masuk ke Hainan bebas bea masuk, sementara distribusi ke daratan Tiongkok tetap melalui pemeriksaan standar.
Kondisi itu mendorong lonjakan investasi dan pertumbuhan bisnis di kawasan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan ribu perusahaan baru bermunculan di Hainan dan kunjungan wisatawan asing terus meningkat.
Tak heran jika konferensi pengembangan industri makanan, obat-obatan, alat kesehatan, dan kosmetik digelar di kawasan itu. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara dijadwalkan hadir, mulai dari akademisi, peneliti, hingga pelaku industri global.
Dalam agenda tersebut, Dr. Yanuardi dijadwalkan mengikuti Forum Paralel Cabang Industri Budaya Kesehatan Makanan dan Obat. Forum itu juga menjadi bagian dari kerja sama internasional untuk perusahaan yang ingin memperluas pasar global dan membahas model inovasi asosiasi bisnis.
Kehadiran akademisi asal Maluku Utara itu diharapkan membawa perspektif antropologi dan budaya dalam pengembangan industri kesehatan global. Selain itu, partisipasinya dinilai penting untuk membuka peluang kolaborasi internasional bagi pengembangan kawasan Maluku Utara.
Dr. Yanuardi diketahui meraih gelar sarjana Antropologi dari Universitas Hasanuddin, kemudian menyelesaikan magister Politik dan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia pada 2010 dengan predikat cumlaude. Ia juga menyelesaikan program doktor Antropologi di kampus yang sama pada 2025.
Selain mengajar di Universitas Khairun, ia pernah menjadi guru di SMA Muhammadiyah Tobelo, dosen di Universitas Halmahera, serta peneliti di Negeri Rempah Foundation dan sejumlah lembaga riset lainnya. Saat ini, ia juga tercatat sebagai research fellow di INTI International University.
Pengalaman internasionalnya cukup luas, mulai dari mengikuti program profesional di Washington, D.C., Pittsburgh, hingga New York City pada 2019. Ia juga pernah mengikuti Australian Awards Short Course di Griffith University, kunjungan masyarakat sipil ke Ukraina, serta memimpin Diplomasi Budaya Jalur Rempah di Cape Town pada 2024.
Menurut Dr. Yanuardi, undangan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperluas jejaring internasional dan memperkenalkan perspektif antropologi budaya Indonesia dalam pengembangan industri global. Ia berharap kerja sama yang terbangun dapat mendukung konektivitas Maluku Utara dengan dunia internasional serta mendorong pengembangan industri yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....