Baitul Mal Aceh Audiensi Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia

  • 31 Mei 2026 16:27 WIB
  •  Meulaboh

Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan pertemuan strategis dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI) guna membahas sinergi penguatan pengelolaan wakaf dan pengembangan ekonomi syariah di Aceh di Kantor DEKS BI, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia menilai Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan wakaf dan ekonomi syariah di Indonesia. Selain didukung regulasi berbasis syariat Islam, Aceh juga memiliki karakter masyarakat yang religius serta potensi Islamic Social Finance yang dinilai sangat kuat.

Kepala DEKS BI, Dadang Muljawan, Sabtu 30 Mei 2026 mengatakan, pengembangan wakaf di Aceh perlu didukung dengan perencanaan yang matang dan terintegrasi agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Aceh memiliki peluang besar menjadi role model pengembangan wakaf nasional. Karena itu diperlukan blueprint atau kertas kerja pengembangan wakaf yang memuat aspek regulasi, kelembagaan, SDM, tata kelola, hingga potensi aset wakaf,” kata Dadang.

Ia juga menyampaikan kesiapan Bank Indonesia untuk mendukung penyusunan rencana jangka panjang pengembangan zakat dan wakaf di Aceh melalui kolaborasi bersama Pemerintah Aceh, Baitul Mal Aceh, dan Kementerian Agama Wilayah Aceh.

"Harmonisasi antara qanun di Aceh dengan regulasi nasional juga menjadi hal penting agar program pengembangan wakaf dapat berjalan lebih efektif," kata Dadang.

Sementara itu, Fahmi M Nasir menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian DEKS BI terhadap penguatan pengelolaan wakaf di Aceh dan selama hampir 20 tahun, Baitul Mal Aceh telah menjalankan fungsi pengelolaan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya, serta pengawasan perwalian di Aceh.

“Pemerintah Aceh saat ini memiliki komitmen kuat dalam pengembangan wakaf produktif. Hal itu ditandai dengan deklarasi Gerakan Aceh Berwakaf melalui Instruksi Gubernur Aceh serta penyusunan Rencana Induk Wakaf Aceh dan roadmap pengembangan wakaf,” ujar Fahmi.

Baitul Mal Aceh juga tengah mengembangkan model wakaf produktif berbasis Baitul Mal Gampong dan mendorong konsep Dana Abadi Wakaf sebagai instrumen penguatan ekonomi umat dan perlunya sinergi dengan regulator dan DEKS BI diharapkan dapat memperkuat tata kelola wakaf yang profesional dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen awal untuk memperkuat kolaborasi antara Baitul Mal Aceh dan DEKS BI dalam pengembangan wakaf dan ekonomi syariah secara terarah dan berkelanjutan.

Pemerintah Aceh bersama Baitul Mal Aceh juga akan menyiapkan dukungan legal formal serta data strategis yang diperlukan dalam penyusunan blueprint pengembangan wakaf Aceh ke depan, tentunya dengan koordinasi bersama regulator terkait.

Pertemuan yang dihadiri oleh Anggota Badan BMA, Fahmi M Nasir, didampingi Didi Setiadi (Kabag Umum), Bapak Sahrida (Kasubbag), serta Ibnu Sa’dan (Tenaga Ahli). Sementara dari Bank Indonesia hadir Dadang Muljawan, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS), Siti Rochmawati (Deputi Direktur), dan Shandy Primanda Setio (Asisten Direktur).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....