Bupati Majalengka Tegaskan Kesempatan Kerja Harus Bebas Diskriminasi
- 30 Mei 2026 13:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Ribuan buruh dari delapan federasi serikat pekerja memadati kawasan Jatiwangi Square, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Mereka berkumpul di sana untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Di bawah langit pagi yang cerah, para pekerja menyatu dalam kegiatan jalan santai yang menjadi ajang olahraga dan hiburan. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kebersamaan antara buruh, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam membangun hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Majalengka.
Suasana berlangsung meriah. Ribuan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diselingi hiburan, bazar UMKM, operasi pasar murah, hingga pembagian berbagai hadiah menarik.
Satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama menjadi magnet yang menambah semangat para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus terus dijaga dalam bingkai kolaborasi dan saling percaya.
Menurutnya, keharmonisan hubungan industrial menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. "Kegiatan ini menunjukkan bahwa tidak ada sekat antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. Semua bersinergi untuk membangun Majalengka yang Langkung SAE (lebih baik). Hubungan industrial di Majalengka harus terus dijaga agar tetap harmonis tanpa prasangka dan saling curiga," ujar Eman di hadapan ribuan peserta.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif. Ia menilai keberadaan investasi memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, investasi yang terus tumbuh diyakini akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Majalengka. Selain itu, pertumbuhan ini sekaligus akan memperkuat daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.
"Kita harus menjaga investasi yang sudah ada dan membuka peluang investasi baru. Dengan demikian lapangan pekerjaan akan semakin luas dan kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya.
Tak hanya soal investasi, Eman juga menyoroti pentingnya keadilan dalam dunia kerja. Ia menegaskan bahwa seluruh warga Majalengka harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan tanpa memandang latar belakang tertentu.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menerbitkan surat edaran baru. Kebijakan ini melarang keras praktik diskriminasi dalam proses penerimaan tenaga kerja di seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Majalengka.
"Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar tidak ada diskriminasi dalam penerimaan tenaga kerja. Semua warga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja sesuai kemampuan dan kompetensinya," tegas Bupati.
Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Kabupaten Majalengka, Edi Kustandi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah dalam membuka ruang dialog dan komunikasi dengan kalangan pekerja. Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini menjadi modal penting untuk mewujudkan Majalengka yang lebih maju, kondusif, dan berkeadilan.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar pembahasan regulasi daerah yang berpihak kepada pekerja dapat kembali dilanjutkan. Langkah ini menunggu terbitnya regulasi ketenagakerjaan baru di tingkat nasional yang direncanakan hadir pada Oktober mendatang.
"Kami optimistis setelah terbitnya undang-undang ketenagakerjaan yang baru, pembahasan Perda yang berpihak kepada buruh di Kabupaten Majalengka dapat kembali dilanjutkan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut nantinya akan dilakukan bersama dengan pemerintah daerah.
Apresiasi serupa juga disampaikan koordinator serikat buruh terkait kebijakan Bupati Majalengka yang menerbitkan surat edaran mengenai keseimbangan kesempatan kerja bagi laki-laki dan perempuan. Langkah tersebut dinilai sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap prinsip kesetaraan dan keadilan dalam dunia kerja.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi terciptanya peluang kerja yang lebih inklusif. Hal ini dinilai sangat penting, terutama di tengah dominasi tenaga kerja perempuan di berbagai sektor industri di Majalengka.
Peringatan May Day 2026 di Majalengka pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Di tengah semarak hiburan rakyat, geliat UMKM, dan antusiasme para pekerja, tersirat pesan kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh merupakan kunci menjaga stabilitas ketenagakerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa pembangunan Majalengka tidak hanya bertumpu pada investasi dan industri semata. Pembangunan tersebut juga harus berfokus pada terciptanya keadilan, kesempatan kerja yang setara, serta kesejahteraan pekerja menuju Majalengka Langkung SAE.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....