Air Terjun Pungki Semakin Keruh, Diduga akibat Aktivitas Ilegal di Aceh Jaya
- 30 Mei 2026 13:15 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Masyarakat Gampong Pungki, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, mengeluhkan kondisi Air Terjun Pungki yang hingga kini semakin keruh. Kondisi ini diduga akibat adanya aktivitas ilegal di kawasan hulu sungai Alue Bayam, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung lama. Pada momentum Lebaran Iduladha 1447 Hijriah/ 2026 masehi, banyak wisatawan datang, terpaksa bermandian di air keruh.
Keuchik Gampong Pungki, Mujiburrahman, Jumat 29 Mei 2026 mengatakan warga merasa kecewa karena salah satu destinasi wisata andalan di wilayah pedalaman Aceh Barat itu terus terdampak sedimentasi dan pencemaran yang diduga berasal dari aktivitas ilegal di kawasan Alue Bayam.
"Kami atas nama masyarakat Gampong Pungki sangat kecewa terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah. Sudah tiga Lebaran Iduladha, kondisi Air Terjun Pungki masih sangat keruh," ujarnya.
"Padahal selama masa libur lebaran banyak wisatawan yang datang berkunjung," keluh Mujiburrahman, dalam pesan tertulis kepada RRI.CO.ID.

Menurutnya, Air Terjun Pungki selama ini menjadi salah satu tujuan wisata alam favorit masyarakat Aceh Barat dan daerah sekitarnya. Namun, keruhnya air dinilai mengurangi daya tarik objek wisata tersebut serta berdampak pada kenyamanan pengunjung.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama instansi terkait dan Pemerintah Aceh segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas ilegal yang diduga menjadi penyebab kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai.
"Kami berharap pihak yang berwenang segera melakukan penertiban. Ini destinasi wisata yang sangat diminati masyarakat. Jangan sampai kerusakan terus berlanjut dan merugikan masyarakat yang menggantungkan harapan pada sektor wisata," ujarnya.
Mujiburrahman juga menilai masyarakat di wilayah pedalaman selama ini kurang mendapat perhatian dalam penyelesaian persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.
"Kami berharap pemerintah tidak mengabaikan persoalan ini. Masyarakat pedalaman juga membutuhkan perhatian yang sama, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan potensi wisata daerah," katanya.
Alue Bayam diketahui merupakan kawasan hutan dan daerah hulu yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Jaya, tepatnya di kawasan perbatasan dengan Aceh Barat.
Wilayah tersebut merupakan bagian dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Sabee yang alirannya berdampak hingga ke sejumlah kawasan di Aceh Barat, termasuk Air Terjun Pungki.
Warga berharap pemerintah segera melakukan investigasi dan penanganan terhadap aktivitas yang diduga merusak lingkungan agar kejernihan air dan daya tarik wisata Air Terjun Pungki dapat kembali pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....