Minim Anggaran, Prestasi Futsal Sulut Belum Merata

  • 29 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara saat ini menjadi daerah dengan prestasi futsal paling menonjol. Prestasi gemilang tersebut sayangnya belum merata karena keterbatasan dana menghambat perkembangan potensi atlet daerah lain.

Asosiasi Akademi Futsal Indonesia sebenarnya sudah coba dibentuk sejak tahun 2019 demi membina atlet usia dini. Pembentukan wadah pembinaan tersebut sayangnya masih menghadapi keluhan dari pihak sekolah sepak bola dan akademi.

"Di Sulawesi Utara sendiri tahun 2019 saya pernah coba buat asosiasi itu, itu yang mengeluh dari SSB, akademi, pelatih-pelatih itu masalah kan liga," kata Yuan Gabriel selaku kordinator bidang pembinaan dan prestasi AFP Sulut beberapa waktu lalu di rri Manado.

Pelatih berprestasi tersebut mengungkapkan bahwa kompetisi dengan sistem kandang dan tandang sangat memberatkan manajemen klub. Masalah finansial akhirnya selalu menjadi benteng penghalang bagi keberlanjutan program kompetisi futsal daerah ini.

Pihak akademi dan pelatih lokal merasa keberatan mengenai biaya operasional tinggi saat melakoni laga tandang. Polemik klasik ini membuat roda kompetisi kelompok umur tidak dapat berjalan optimal sesuai rencana awal.

"Mereka beralasan, 'Kalau kita home oke, tapi kalau kita away anggarannya ini dari mana?' Jadi semua itu kembali ke anggaran," sebutnya.

Pengurus daerah menilai Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pekerjaan rumah paling besar dalam meningkatkan pembinaan atlet. Daerah kaya bakat tersebut masih tertinggal jauh dalam peta persaingan futsal tingkat provinsi Sulawesi Utara.

Ketiadaan partisipasi dalam turnamen resmi tingkat regional menjadi indikator utama kemunduran prestasi olahraga di wilayah tersebut. Manajemen olahraga setempat dinilai kurang serius dalam mengikutsertakan tim futsal mereka pada kompetisi resmi.

"Karena berapa kali Pekan Olahraga Provinsi, Minahasa Selatan belum ambil bagian dalam cabor futsalnya itu, padahal di sana ada banyak pemain juga," ucapnya.

Kondisi ironis ini sangat disayangkan mengingat wilayah selatan tersebut sebenarnya menyimpan banyak talenta muda berbakat. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan wajib bersinergi guna menyelesaikan masalah anggaran demi kemajuan futsal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....