Sebagian Besar Hewan Kurban di KBB Dipastikan Sehat dan Layak Sembelih
- 28 Mei 2026 16:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat - Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat memastikan sebagian besar hewan kurban yang diperiksa menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berada dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.
Hingga saat ini, jumlah hewan kurban yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan mencapai 11.547 ekor. Hewan tersebut terdiri dari 6.127 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 5.375 ekor domba, serta 24 ekor kambing.
Kepala Dispernakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Apriyanti, mengatakan dari total hewan yang diperiksa, sebanyak 10.116 ekor dinyatakan sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. “Mayoritas hewan yang kami periksa dalam kondisi sehat dan memenuhi ketentuan syariat untuk kurban,” ujar Wiwin, dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2026.
Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah hewan yang belum memenuhi syarat usia maupun mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 1.256 ekor hewan yang belum cukup umur untuk dikurbankan.
“Temuan hewan yang belum cukup umur terdiri dari 566 ekor sapi, 1 ekor kerbau, dan 689 ekor domba,” katanya.
Selain itu, Dispernakan juga menemukan 175 ekor hewan yang mengalami gangguan kesehatan. Sementara untuk kategori hewan cacat, petugas memastikan tidak ditemukan kasus selama pemeriksaan berlangsung.
Wiwin menuturkan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik penjualan dan lokasi penampungan hewan kurban di wilayah Bandung Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat aman, sehat, serta sesuai ketentuan syariat Islam. “Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan kurban sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak dikurbankan,” jelasnya.
Menurutnya, hewan yang ditemukan sakit maupun belum memenuhi syarat usia langsung mendapatkan pengawasan khusus dari petugas agar tidak diperjualbelikan sebelum memenuhi ketentuan.
“Kami juga terus memberikan edukasi kepada pedagang dan peternak supaya hewan yang belum cukup umur atau sedang sakit tidak dipaksakan untuk dijual,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah hewan dipotong. Dispernakan memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga hari penyembelihan Idul Adha guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....