Ini Syarat Usia Hewan Kurban Menurut Kemenag Kota Cirebon
- 26 Mei 2026 12:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha tidak hanya menekankan aspek keikhlasan beribadah, tetapi juga harus memenuhi ketentuan syariat Islam terkait usia dan kondisi fisik hewan, sehingga masyarakat diimbau memperhatikan standar kesehatan sekaligus kelayakan hewan kurban agar ibadah berjalan sah dan membawa kemaslahatan umat.
Hal tersebut disampaikan dalam program Cirebon Menyapa Masyarakat bertema Sehat dan Maslahat: Sinergi Pemerintah dan Kementerian Agama Kota Cirebon Jaga Kualitas Hewan Kurban yang disiarkan RRI Cirebon bersama Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon dengan dukungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Senin, 25 Mei 2026.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Kota Cirebon, H. Yuto Nasikin, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan masyarakat masih perlu memahami bahwa ukuran hewan kurban yang tampak besar atau menarik secara fisik belum tentu memenuhi syarat utama dalam Islam apabila belum mencapai batas usia yang ditentukan.
“Kalau kita melihat dari sudut syariat Islam, mitos kalau hewan bagus itu jadi sangat kurban, itu syarat-syaratnya mitos. Karena syariat sendiri, hewan yang boleh dikorbankan itu pertama ada syarat usia, kambing setahun lebih dan sapi minimal dua tahun lebih,” ujar Yuto kepada RRI, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, ketentuan usia menjadi syarat mutlak dalam ibadah kurban sehingga hewan yang terlihat sehat, besar, atau gemuk tetap tidak dapat dijadikan hewan kurban apabila belum memenuhi batas usia yang telah ditentukan dalam hukum Islam.
Meski demikian, Yuto mengatakan masyarakat tetap dianjurkan memilih hewan kurban dengan kondisi fisik terbaik karena kualitas hewan juga menjadi bagian dari kesungguhan dalam beribadah dan mencerminkan niat baik seorang muslim saat berkurban.
“Walaupun gagah, ganteng, gemuk, kalau usianya belum memenuhi syarat kan tidak bisa. Tapi kalau gemuk, ganteng, sehat itu mungkin levelnya ya, karena yang namanya kurban nanti untuk kendaraan kita di akhirat kelak, jadi kita harus carinya sebaik mungkin,” kata Yuto.
Ia menambahkan, esensi utama kurban sejatinya bukan hanya pada bentuk fisik hewan, melainkan sebagai simbol ketakwaan dan keikhlasan seseorang dalam menjalankan perintah agama, sehingga masyarakat diharapkan memahami ibadah kurban secara utuh sesuai tuntunan syariat Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....