Persekutuan Gereja Indonesia Serukan Kolaborasi Nyata Hadapi Tantangan

  • 25 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Kupang

RRI.DO.ID, Kupang – Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI bertempat di Aula Jemaat GMIT Pola Tribuana Kalabahi Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Sidang Majelis di pimpin oleh Ketua Umum Pdt. Jacklevyn F. Manuputty di hadiri majelis dan jemaat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ketua Umum Pdt Jacklevyn F. Manuputty menegaskan, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengingatkan seluruh elemen gereja untuk bersiap menghadapi tantangan ganda: krisis persatuan global yang memicu polarisasi, serta ancaman digitalisasi di era kecerdasan buatan

Menurutnya, memilih Alor sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Lokasi ini menjadi simbol kuat bahwa gerakan oikoumene tidak berpusat di kota besar saja, melainkan berakar kuat hingga ke pulau terluar Indonesia. “Kami menyampaikan apresiasi kepada GMIT dan masyarakat Alor yang menyambut dengan kehangatan dan keindahan budayanya,” kata p Pdt. Manuputty, Sabtu 23 Mei 2026.

Pdt Jacklevyn F. Manuputty menegaskan bahwa gereja harus keluar dari zona nyaman dan hadir bagi mereka yang tertindas.

“Gereja dipanggil menjadi pembawa damai di tengah polarisasi bangsa, penjaga persaudaraan dalam keberagaman, pelayan kemanusiaan, dan terang bagi dunia. Kasih Kristus tidak eksklusif, tetapi merangkul semua,” ucapnya.

Pakar keamanan siber dan konsultan teknologi, Gildas Deograt Lumy, selaku pembicara, memberikan peringatan keras. Ia mengibaratkan ruang digital saat ini sebagai “alam liar siber” yang penuh dengan manipulasi.

Ironisnya, AI yang diciptakan untuk membantu manusia kini justru berbalik menguasai dan menciptakan ketergantungan akut. Gildas mengingatkan agar gereja memiliki kesadaran kritis karena AI tidak akan pernah bisa menggantikan nilai iman dan kemanusiaan.

Dari diskusi interaktif ini, muncul sebuah gagasan penting: gereja harus segera membangun ekosistem digital yang aman dan sehat, serta bertindak sebagai pusat edukasi dan penggembalaan digital bagi jemaat agar tidak tersesat di era AI. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....