BPBD Papua Barat Daya: Pulau Dom, Soop dan Ram Masih Berstatus Siaga Darurat

  • 25 Mei 2026 11:07 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - BPBD Papua Barat Daya menyatakan tiga wilayah kepulauan di Kota Sorong, yakni Pulau Dom, Pulau Soop, dan Pulau Ram, belum ditetapkan dalam status tanggap darurat meski terdampak gelombang pasang dan abrasi dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah, Provinsi Papua Barat Daya, Johosua R. Homer, mengatakan penetapan status tanggap darurat harus melalui asesmen lapangan dan memenuhi sejumlah unsur kebencanaan, termasuk ancaman terhadap keselamatan jiwa maupun kerusakan lingkungan.

“Kami awalnya menerima laporan masyarakat, kemudian diteruskan kepada BPBD Kota Sorong untuk dilakukan asesmen. Setelah dikaji, saat ini statusnya masih siaga darurat,” ujarnya saat dialog Ketongan RRI Sorong.

Johosua mengatakan, bahwa penetapan status tanggap darurat tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kerusakan ringan atau jumlah korban yang sedikit.

Pemerintah harus menghitung dampak, potensi ancaman susulan, hingga kebutuhan penanganan di lapangan.

“Kalau hanya beberapa keluarga terdampak dan tidak ada korban jiwa, biasanya statusnya belum sampai tanggap darurat, tetapi siaga darurat harus dilakukan,” katanya.

BPBD menyebut kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi berdasarkan laporan BMKG terkait angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Sorong.

Karena itu masyarakat diimbau tetap waspada dan sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi memburuk.

“Kami mengantisipasi jangan sampai ada gelombang susulan. Warga yang tinggal di kawasan terbuka terhadap ombak dan angin diminta mencari tempat aman sementara,” jelasnya.

Josohua menambahkan, kondisi di tiga pulau mulai berangsur normal dalam beberapa hari terakhir. Namun pemerintah daerah tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena ancaman bencana pesisir masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

“Ketika terjadi bencana, akses komunikasi dan pelayanan harus bisa menjangkau masyarakat di pulau-pulau itu,” ujarnya.

BPBD Papua Barat Daya juga berencana membentuk sedikitnya 60 relawan kebencanaan di kawasan kepulauan guna membantu evakuasi, penyebaran informasi, hingga penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....