TPID NTB Pastikan Stok Bahan Pokok Aman jelang Idul Adha
- 21 Mei 2026 16:22 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke pasar tradisional di Kota Mataram untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
- Stok bahan pokok utama seperti beras, gula, dan tepung terigu dalam kondisi aman karena pasokan di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke pasar tradisional di Kota Mataram untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan di Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Kamis, 21 Mei 2026.
Tim menyisir sejumlah lapak pedagang dan pangkalan gas elpiji untuk mengecek langsung kondisi stok serta perkembangan harga komoditas strategis. Kegiatan ini dipimpin Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal mewakili Pemerintah Provinsi NTB, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Mataram, Kepala BPS NTB, perwakilan Bulog, dinas terkait, serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB.
Faozal mengatakan, stok bahan pokok utama seperti beras, gula, dan tepung terigu dalam kondisi aman karena pasokan di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha.
“Ketersediaan beras, gula, dan tepung di semua gudang Bulog sangat cukup," kata Faozal saat peninjauan.
Ia menegaskan, kenaikan harga beras Bulog yang sempat terjadi bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan akibat meningkatnya biaya kemasan. "Kenaikan harga sedikit pada beras lebih dipicu oleh faktor kemasan atau harga plastik yang naik, bukan karena bahan pokoknya yang kurang,” imbuhnya.
Meski stok pangan relatif aman, TPID mencatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Ayam potong naik sekitar Rp5.000 per kilogram akibat meningkatnya permintaan menjelang hari raya. Menurut Faozal, tren konsumsi masyarakat yang lebih memilih daging ayam dibanding sapi ikut mendorong kenaikan tersebut.
Sementara itu, harga daging sapi terpantau masih stabil di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, tergantung kualitas.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah. Harga komoditas ini yang sebelumnya sekitar Rp35.000 per kilogram kini bergerak di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Menurut Faozal, lonjakan dipengaruhi tingginya ongkos distribusi dari daerah produsen, terutama dari Bima menuju Pulau Lombok.
Namun pemerintah optimistis harga bawang merah akan kembali turun seiring masuknya musim panen dalam beberapa pekan ke depan. Selain bahan pangan, TPID juga memeriksa ketersediaan LPG 3 kilogram di pangkalan sekitar Pasar Kebon Roek. Dari hasil pengecekan, stok gas subsidi disebut masih aman.
Faozal mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan LPG di tingkat pangkalan tetap tersedia.
“Pemerintah hadir di tengah masyarakat hari ini untuk memastikan kontrol dan mengecek kestabilan pasokan. Kita berharap harga-harga ini bisa terus terjaga dengan baik hingga hari raya nanti,” ujarnya.
Secara umum, Pemprov NTB menilai fluktuasi harga di pasar tradisional Kota Mataram masih dalam batas wajar. Pemerintah daerah, kata Faozal, akan terus memantau rantai pasok bersama aparat kepolisian dan instansi terkait agar masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....