JULEHA, UUT Beef dan UMC Latih Juru Sembelih Kurban
- 17 Mei 2026 16:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Program Studi (Prodi) Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sukses menggelar Workshop Manajemen Qurban di Kampus 2 UMC, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan edukatif ini berhasil menyedot perhatian dan diikuti oleh 155 peserta dari berbagai kalangan.
Acara ini terselenggara berkat kolaborasi kuat dengan berbagai pihak. Di antaranya DPC Perkumpulan Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kota/Kabupaten Cirebon, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, UUT Beef, Graha Yatim dan Dhuafa (Gray), Tirta Jati, Garuda Power Perkasa, Singkong Keju Kang Entis, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon.
Workshop tahun ini mengusung tema 'Mari Bersama Memperkuat Pengetahuan dan Pengalaman dalam Manajemen Qurban yang Baik, Transparan, dan Sesuai Nilai-Nilai Syariat'. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, panitia kurban, pengurus masjid, pengurus yayasan, hingga masyarakat umum yang bergelut di dunia penyembelihan.
Ketua DPW JULEHA Jawa Barat, Ustadz Yusuf SZ Ash Shiddiq, hadir sebagai pemateri. Ia pun menekankan tiga poin utama dalam manajemen kurban, pertama pemahaman syariat pemotongan hewan halal, Kedua, teknik penyembelihan yang tepat, Ketiga kesejahteraan hewan (animal welfare).
"Qurban itu ibadah tahunan yang berulang, jangan sampai terjebak menganggapnya sekadar tradisi biasa tanpa aturan. Kita harus mengembalikan esensi bahwa kurban adalah ibadah yang memiliki tata aturan baku untuk menghasilkan daging yang halal dan thayyib (baik)," ujar Ustadz Yusuf kepada sejumlah awak media.
Ia juga mengakui bahwa mengubah kebiasaan lama di masyarakat seperti teknik merobohkan atau memotong sapi yang kurang tepat merupakan tantangan berat. Oleh karena itu, pelatihan berkala seperti ini sangat dibutuhkan melalui dukungan akademisi seperti UMC dan para sponsor.
"Pelatihan ini sebagai sarana untuk menyampaikan kembali bahwa ibadah qurban itu, ada tata cara, ada tata pelalaksana, aturan, pemerintah sudah memberikan ruang untuk bisa melaksanakan qurban itu dengan baik," katanya.
Owner UUT Beef, H. Bastoni, yang turut mendukung penuh acara ini menyampaikan pentingnya standardisasi halal. Terlebih daging merupakan sumber protein tinggi yang menjadi bahan baku utama kuliner khas Cirebon seperti empal gentong, nasi jamblang, dan tongseng.
UUT Beef sendiri merupakan pelopor pertama pemilik Sertifikat Halal Indonesia yang kini telah menyuplai kebutuhan daging di wilayah Ciayumajakuning, Tegal, Pemalang, hingga Jakarta. Daging dari UUT Beef juga telah memasok berbagai rumah makan, restoran, hingga program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mensyaratkan sertifikasi halal resmi.
"Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Prodi Peternakan UMC dan Majelis Tarjih PDM. Ini agenda rutin tahunan kami, karena masih banyak panitia kurban yang membutuhkan edukasi, workshop ini menjadi solusi nyata," ucap H. Bastoni.
Manajemen kurban yang diajarkan mencakup proses hulu ke hilir, mulai dari pemilihan hewan hingga pasca-penyembelihan. Pihak panitia mencatat antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi, bahkan peserta terjauh datang dari Kabupaten Subang.
Sebagai bentuk apresiasi dan modal berdakwah di masyarakat, para peserta yang hadir tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga fasilitas penunjang berupa pisau pemotong hewan kurban, kaos kegiatan, kitab suci Al-Qur'an, sertifikat resmi dari JULEHA. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami manajemen kurban secara utuh.
"Harapan kami agar pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan masing-masing dapat berjalan dengan lebih baik, transparan, dan sempurna sesuai syariat Islam," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....