Penyakit Mata Dominasi Temuan Hewan Kurban
- 15 Mei 2026 15:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kota Mataram memastikan ketersediaan vaksin dan obat-obatan untuk hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi guna menjaga kesehatan hewan kurban yang dijual di berbagai titik penjualan di Kota Mataram.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Lalu Johari mengatakan, seluruh tim pemeriksa kesehatan hewan yang diterjunkan ke lapangan telah dibekali perlengkapan medis lengkap, termasuk vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) serta berbagai jenis obat-obatan dasar.
“Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan selama pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan kurban kami pastikan tersedia dan cukup,” ujarnya.Jumat 15 Mei 2026.
| Baca juga: Sampah Plastik Dominasi CFD Samota |
Ia menjelaskan, obat-obatan yang disiapkan meliputi obat mata, obat kulit, obat batuk dan pilek, hingga vaksin PMK apabila ditemukan indikasi penyakit pada hewan kurban.
Untuk mendukung pemeriksaan di lapangan, Distan Kota Mataram membentuk tim di enam kecamatan dengan jumlah anggota sekitar enam hingga tujuh orang per tim. Masing-masing tim diwajibkan membawa perlengkapan medis dalam box steril yang telah disiapkan sebelumnya.
“Setiap tim yang turun ke lapangan harus membawa obat-obatan dalam box steril agar penanganan hewan bisa dilakukan secara cepat dan aman,” katanya.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap di sekitar 70 titik penjualan hewan kurban hingga H-1 Idul Adha. Dari hasil pemeriksaan sementara, penyakit yang paling banyak ditemukan hanya gangguan pada mata sapi.
Menurut Johari, gangguan tersebut diduga dipicu debu selama proses pengiriman hewan dari daerah asal menuju Kota Mataram.
“Kasus yang ditemukan sejauh ini hanya penyakit mata pada sapi yang kemungkinan akibat debu saat perjalanan,” jelasnya.
Selain gangguan mata, petugas juga menemukan beberapa sapi mengalami luka lecet akibat gesekan selama proses pengangkutan. Namun luka tersebut langsung ditangani di lokasi menggunakan obat luka agar cepat mengering dan tidak menimbulkan infeksi.
“Sapi yang terluka sudah langsung diberikan obat agar cepat kering dan tidak terinfeksi,” tambahnya.
Sementara itu, Distan memastikan belum menemukan kasus batuk maupun flu pada hewan kurban yang diperiksa. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan intensif karena gangguan pernapasan ringan bisa muncul akibat faktor perjalanan jauh.
"Untuk penyakit berat sejauh ini belum kami temukan," Katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....