Tinggalkan Pola Lama, Gubernur NTB Minta INKINDO Lebih Adaptif
- 14 Mei 2026 18:54 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Minta INKINDO Lebih Adaptif
- Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dunia jasa konsultansi daerah tidak lagi bisa bertahan dengan pola kerja konvensional. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, konsultan dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing hingga level global.
Pesan itu disampaikan Gubernur Iqbal saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Kamis, 14 Mei 2026. Forum tersebut menjadi agenda evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru INKINDO NTB.
Musprov turut dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, bersama jajaran Dewan Pimpinan Nasional INKINDO dan pengurus daerah dari berbagai provinsi.
Dalam sambutannya, Iqbal menekankan bahwa peran konsultan kini tidak hanya sebatas penyusun dokumen teknis proyek. Menurut dia, kualitas konsultansi akan sangat menentukan arah dan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.
“Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Iqbal.
Ia mengatakan pemerintah daerah membutuhkan perencanaan yang lebih presisi, terutama pada pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman. Menurutnya, kualitas desain dan kajian teknis sangat mempengaruhi efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Iqbal mencontohkan pembangunan jalan di NTB yang masih kerap menghadapi kerusakan hingga longsor akibat pendekatan teknis yang belum sepenuhnya menyesuaikan karakter geografis wilayah.
“Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya.
Ia menyebut biaya pembangunan jalan di NTB saat ini dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per kilometer. Karena itu, pemerintah daerah mendorong lahirnya pendekatan baru yang lebih efisien dan tepat guna agar pembangunan memiliki manfaat jangka panjang.
Selain penguatan kapasitas lokal, Pemprov NTB juga mulai memperluas jejaring internasional. Iqbal mengungkapkan pihaknya tengah mendorong kerja sama antara INKINDO Indonesia dan Turki sebagai bagian dari peningkatan kapasitas konsultan nasional.
“Kita membutuhkan pendekatan baru, baik pada pembangunan infrastruktur maupun jasa konsultansi, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Iqbal juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing konsultan lokal agar tidak hanya berkembang di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Ayo kita tumbuh bersama melalui kolaborasi dan sinergi agar pembangunan daerah semakin kuat dan NTB mampu melangkah menuju visi Makmur Mendunia,” katanya.
Sementara itu, Fahri Hamzah menilai dunia konsultansi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Menurut dia, konsultan tidak cukup hanya berorientasi pada proyek, tetapi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi pembangunan.
“Semua kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujar Fahri.
Ketua DPP INKINDO NTB, Lalu Karman Lutfi, turut menyoroti tantangan yang masih dihadapi konsultan lokal, terutama kelompok menengah dan kecil. Ia berharap Musprov XI dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas ruang partisipasi konsultan lokal dalam pembangunan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....