NTB Dorong Penguatan Konektivitas Destinasi Wisata Melalui Layanan KSPN

  • 13 Mei 2026 17:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ervan Anwar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam memperkuat konektivitas transportasi menuju kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Perhubungan dan pemerintah kabupaten/kota untuk menghadirkan layanan transportasi yang terjangkau bagi wisatawan.

Ervan menjelaskan, layanan angkutan KSPN saat ini dilayani melalui program subsidi dari Kementerian Perhubungan dengan operator yang ditentukan melalui mekanisme tender pusat.

“Provinsi dan kabupaten/kota bisa mengusulkan destinasi mana yang perlu dihubungkan. Saat ini baru ada tiga rute KSPN yang berjalan dan semuanya disubsidi sehingga tarifnya sangat murah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan layanan transportasi KSPN sangat penting untuk mendukung konektivitas antar destinasi wisata di NTB yang memiliki karakter wilayah kepulauan dengan banyak tujuan wisata unggulan. Ia mengungkapkan, layanan tersebut cukup diminati masyarakat maupun wisatawan, terutama wisatawan backpacker karena biaya perjalanan jauh lebih hemat dibandingkan menggunakan transportasi umum lainnya.

“Kalau menggunakan taksi atau transportasi online dari kawasan wisata ke bandara bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Dengan layanan KSPN, wisatawan bisa jauh lebih hemat karena ada subsidi,” katanya.

Ervan juga menjelaskan, pada tahun sebelumnya layanan transportasi menuju sejumlah kawasan wisata sempat dioperasikan oleh DAMRI melalui skema subsidi pemerintah pusat. Namun, operator non-subsidi tetap diperbolehkan melayani rute yang sama selama tidak menerima subsidi tarif.

Selain memperkuat layanan yang sudah ada, Pemprov NTB juga berencana mengembangkan angkutan antardestinasi wisata dengan konsep transportasi ramah lingkungan.

Menurut Ervan, Gubernur NTB menginginkan pengembangan bus medium berbasis listrik untuk melayani konektivitas antar destinasi wisata di masa mendatang. Pemprov NTB pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait kemungkinan dukungan armada tersebut.

“Kami sedang menyiapkan konsep angkutan antardestinasi. Ke depan diharapkan menggunakan bus listrik, baik melalui kerja sama pihak ketiga maupun dukungan dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui sektor transportasi masih membutuhkan dukungan subsidi pemerintah, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, Pemprov NTB akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat agar seluruh destinasi wisata dapat terhubung secara terintegrasi.

“Harapannya semua destinasi bisa saling terkoneksi dan terintegrasi dengan layanan KSPN yang sudah ada,” ungkap Ervan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....