Sengketa Lahan BGTK Masuk Tahap Mediasi Kejagung
- 13 Mei 2026 12:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram-Polemik pemanfaatan lahan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan di Jalan Gajah Mada, Lingkar Selatan, Kota Mataram, memasuki fase baru. Pemerintah Kota Mataram kini menunggu kedatangan tim mediator dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk meninjau langsung sejumlah opsi penyelesaian yang telah disiapkan.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan proses mediasi diperlukan untuk memastikan solusi yang diambil dapat diterima semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB.
“Tim mediator dari Kejaksaan Agung rencananya datang untuk melihat langsung lokasi dan opsi-opsi yang kita tawarkan. Sekarang opsinya sudah berkembang, bukan hanya dua pilihan seperti sebelumnya,” ujar Alwan Basri. Rabu 13 Mei 2026.
Menurutnya, Pemkot Mataram bersama Pemerintah Provinsi NTB masih terus membahas skema terbaik terkait pemanfaatan aset tersebut. Sebab, sebagian lahan yang menjadi bagian dari pembahasan juga melibatkan aset milik pemerintah provinsi.
Ia menjelaskan, salah satu opsi yang mengemuka adalah relokasi sementara sekretariat BGTK ke kawasan Dinas Pendidikan maupun fasilitas lain milik pemerintah daerah. Sementara untuk wisma dan fasilitas pelatihan, penyerahannya kepada Pemkot Mataram kemungkinan baru dilakukan setelah pemerintah membangun fasilitas pengganti.
“Karena di sana ada wisma dan tempat pelatihan, maka kemungkinan harus dibangun dulu fasilitas penggantinya sebelum diserahkan sepenuhnya,” katanya.
Alwan menegaskan, peran mediator dari Kejagung bukan sekadar mempertemukan para pihak, tetapi juga memastikan seluruh proses pemanfaatan aset berjalan sesuai aturan, termasuk terkait nilai aset dan status hukum penggunaan lahan.
Saat ini, status pinjam pakai lahan yang digunakan Pemkot Mataram diketahui telah berakhir setelah berjalan selama 10 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga diperlukan penyelesaian yang memiliki kepastian hukum.
“Masa pinjam pakainya sudah habis, itu juga menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Karena itu sekarang dicari formulasi terbaik agar semua pihak tetap mendapatkan solusi,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....