Balai PGAMBGT Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Sulut
- 12 Mei 2026 14:17 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah (PGAMBGT) Sulawesi dan Maluku menggelar kegiatan Penyebaran Informasi Mitigasi Bencana Geologi Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Manado ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi ancaman geologi.
Selaku narasumber, Penyelidik Bumi Pertama Balai PGAMBGT Sandy A. Gumolili menjelaskan, bahwa saat ini terdapat delapan gunung api aktif di Sulawesi Utara yang dipantau intensif, di mana empat di antaranya berstatus Waspada. Fokus pemantauan saat ini tertuju pada Gunung Karangetang yang mengalami aktivitas erupsi sejak April lalu.
"Gunung api ini setiap hari dipantau dan aktivitasnya itu berkulturatif. Kalau di Sulawesi Utara, saat ini Gunung Karangetang jadi fokus karena sempat terjadi erupsi secara efusif di bulan April kemarin," ujar Sandy.
Kegiatan ini merupakan upaya konkret Balai PGAMBGT dalam menjalankan tugas mitigasi sebelum bencana benar-benar terjadi. Melalui sosialisasi ini, diharapkan setiap instansi dapat membantu masyarakat meminimalisir risiko serta meningkatkan kewaspadaan agar tidak panik saat menghadapi anomali aktivitas gunung api.
Peserta kegiatan ini melibatkan puluhan instansi lintas sektor, mulai dari BPBD, BASARNAS, hingga Dinas Pendidikan dan Pariwisata.
Fivy Yurico Kadeke, Kepala BPBD Kota Bitung yang hadir sebagai peserta, mengakui bahwa mengedukasi warga di masa tenang merupakan tantangan yang nyata bagi petugas di lapangan.
"Paling susah itu kita mau menyampaikan informasi di saat tidak terjadi bencana. Solusinya, di saat ada peringatan dini kita telepon langsung ke lurah dan camatnya untuk mengingatkan informasi yang ada di grup WA," kata Fivy
Pertemuan ini ditutup dengan harapan adanya sinergi yang lebih kuat antara Badan Geologi dengan pemerintah daerah. Dengan komunikasi yang cepat dan akurat, diharapkan masyarakat Sulawesi Utara lebih siap siaga menghadapi potensi bencana geologi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....