Tanam 400 Pohon, Komitmen Campernik Jaga Kelestarian Alam untuk Masyarakat
- 09 Mei 2026 20:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Yayasan Gemintang Suara Campernik, Rafih Sri Wulandari, menegaskan penanaman pohon di Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu 9 Mei 2026, menjadi bagian penting dari rangkaian launching pengenalan Campernik. Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mengandung makna advokasi lingkungan yang lebih luas.
Sebanyak 400 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, dengan jenis yang dipilih antara lain pohon Nangka dan alpukat. Rafih menjelaskan, pemilihan pohon berbuah memiliki filosofi tersendiri. “Kenapa harus berbuah? Biar berbuah, melahirkan makna. Itu simbolis penanaman pohon,” ujarnya.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Walhi Jawa Barat, yang saat ini tengah memprioritaskan advokasi lingkungan di wilayah Sumedang. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara komunitas, lembaga, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas melalui kehadiran Paguyuban Cemerlang bersama warga setempat. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam penanaman pohon, tetapi juga menyampaikan aspirasi agar Campernik turut mendukung advokasi lingkungan di daerah tersebut. “Alhamdulillah kami diterima langsung oleh paguyuban Cemerlang, banyak sekali warga yang berpartisipasi,” kata Rafih.
Momentum penanaman pohon semakin bermakna dengan kehadiran Erros DJarot, seorang budayawan yang dikenal peduli terhadap isu lingkungan. Kehadirannya memberi semangat tersendiri bagi warga dan komunitas yang terlibat.
Pemilihan lokasi di Desa Cimarias bukan tanpa alasan. Menurut Rafih, wilayah ini menjadi salah satu fokus advokasi yang akan dilakukan. “Kebetulan saya bagian dari Walhi, dan Campernik berkolaborasi di situ. Mudah-mudahan apa yang diperjuangkan menghasilkan bukan hanya sekadar menanam pohon, tapi juga rencana-rencana ke depan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah awal menuju keberlanjutan. Tidak hanya menanam, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan adalah aset bersama yang harus dijaga.
Gerakan ini menegaskan bahwa advokasi lingkungan tidak berhenti pada simbol, melainkan harus berlanjut pada aksi nyata. Penanaman pohon di Cimarias menjadi contoh bagaimana kolaborasi dapat melahirkan harapan baru bagi masyarakat Sumedang, sekaligus memperkuat komitmen menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....