Irigasi Perpompaan, Kadis Pertan : untuk Atasi Kekeringan Lahan

  • 09 Mei 2026 19:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyampaikan, rincian bantuan yang disalurkan untuk mitigasi kondisi lapangan pada tahun 2026, di antaranya,irigasi perpompaan sebanyak 200 unit atau senilai 155 juta rupiah lebih untuk satu unitnya." Ratusan unit irigasi perpompaan ini disalurkan untuk mitigasi kondisi lapangan pada tahun 2026, guna mengatasi atau mengantisipasi kekeringan lahan petani,"katanya, di Garut, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia mengatakan, ratusan unit perpompaan ini disalurkan untuk 54 kelompok tani.Selain itu, pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier, target 212 unit (senilai Rp100 juta per unit), dengan 10 kelompok tani siap penandatangan kontrak." Optimalisasi Lahan dengan sasaran seluas 717 hektar (dialokasikan Rp4,4 juta per hektar) untuk pembangunan hubung dan dapan. Cetak Sawah dengan target seluas 100 hektar, dengan 20 hektar yang telah terverifikasi,"ujarnya.

Ia menyampaikan, guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, pihaknya menjalin kerja sama erat dengan unsur Forkopimda. "Sejak tahun 2024, seluruh tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan bantuan mendapat pendampingan langsung dari Kejari Garut, Polres Garut, dan Kodim 06/11 Garut,"katanya.

Ia mengatakan, fungsi dari pendampingan dari aparat penegak hukum (APH) Kejaksaan Negeri Garut, bertujuan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel.

"Pendampingan ini bertujuan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Garut," tutup Ardhy Firdian.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut memberikan dukungan penuh kepada petani melalui kebijakan pupuk murah untuk menekan ongkos produksi serta penyediaan asuransi bagi para petani. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat fenomena iklim El Nino yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

"Kita harus senantiasa menyiapkan alat-alat yang sekiranya di butuhkan untuk menjaga ketersediaan air. Saya ingin irigasi dan pompa air dimanfaatkan semaksimal mungkin guna untuk pertumbuhan produktivitas pertanian semakin baik," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....