Tomat Sumbang Inflasi di Sulbar karena Faktor Cuaca

  • 08 Mei 2026 13:23 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat menyebut inflasi komoditas tomat yang terjadi baru-baru ini dipicu oleh faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi pada triwulan I 2026 berdampak pada hasil panen hortikultura, terutama tomat, sehingga memicu kenaikan harga hampir di seluruh wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua) dan daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, menjelaskan bahwa tomat sebagai komoditas hortikultura sangat rentan terhadap perubahan cuaca, hal ini pun berdampak pada inflasi yang terjadi di sulbar.

"Pada periode triwulan I kemarin, curah hujan relatif tinggi. Ini berpengaruh terhadap hasil komoditas hortikultura, khususnya tomat, dan akhirnya berdampak pada inflasi," ujarnya pada Sipakada Media, Jumat 8 Mei 2026.

Menurut Eka, untuk mengatasi masalah ini, pihaknya bersama pemerintah daerah akan menjalin kerja sama antardaerah. Sehingga ketika panen produksi tomat terjadi di wilayah tersebut dapat menutupi kekurangan pasokan atau menjaga ketersediaan tomat di daerah lain agar tetap tercukupi.

"Kami kemarin baru rapat koordinasi. Produsen tomat pada suatu wilayah akan kita adakan kerja sama antardaerah. Sehingga ketika panen produksi tomat terjadi di wilayah tersebut, ini bisa mengisi gap untuk daerah-daerah lain yang terkena dampak cuaca," jelas Eka.

Lebih lanjut Eka berharap, kerja sama ini dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga tomat di Sulawesi Barat serta daerah sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....